Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ketika Jokowi Merasa Bingung & Tak Nyaman atas Tudingan Ingin Tunda Pemilu-Perpanjang Masa Jabatan

Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap suasana batin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah wacana penundaan dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap suasana bati Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah kontroversi wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden 3 Periode. 

TRIBUNTERNATE.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkap suasana batin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah kontroversi wacana penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden 3 Periode.

Hal tersebut diungkapkan Menko Polhukam dalam acara Sapa Indonesia Malam yang tayang di Kompas TV pada Minggu (10/4/2022) malam.

Sebelumnya pada Selasa (5/4), Presiden Jokowi dengan tegas meminta para menteri dan seluruh jajarannya untuk berhenti berbicara soal penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Namun rupanya, seruan Presiden kepada jajarannya tersebut masih belum dapat meredam riuhnya isu penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden 3 Periode.

Mengetahui hal tersebut, Mahfud MD sebagai salah satu menteri di kabinet Indonesia Maju pun mengungkap suasana batin Presiden di tengah kontroversi yang ada.

Menurutnya, Jokowi sangat tidak nyaman dan merasa kebingungan dengan pernyataan tegasnya yang ternyata tidak cukup membuat publik tenang.

Baca juga: Tepis Isu Penundaan Pemilu dan Presiden 3 Periode, Jokowi Segera Lantik Anggota KPU dan Bawaslu

Baca juga: Jika Memang Negarawan Sejati, Jokowi Disarankan Tolak Tegas Usul Presiden 3 Periode

"Jadi menurut saya presiden merasa tidak nyaman (atas) kontroversi yang muncul."

"Beberapa hari yang lalu saya dipanggil, berdua di Bogor, antara lain yang ditanyakan kepada saya ya itu."

"'Pak Mahfud apakah kalimat saya ini belum jelas? Bahwa Pemilu tidak akan ditunda, saya tidak menghendaki penundaan Pemilu, kalimat apalagi yang harus saya katakan? Kok masih ramai saja di luar'."

"Kata pak presiden waktu itu," ucap Mahfud MD mengulang perkataan Jokowi.

Mendengar keluh kesah Presiden, Mahfud MD lantas memberikan sarannya kepada Jokowi.

Menko Polhukam itu menyarankan agar Presiden berbicara kepada para menteri untuk tidak menyuarakan soal penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden di ruang publik.

Menko Polhukam, Mahfud MD.
Menko Polhukam, Mahfud MD. (Tribunnews.com/Gita Irawan)

"Saya katakan, 'ya tinggal menterinya saja pak, menteri-menterinya harus kompak'. Saya bilang begitu saja kepada presiden," tutur Mahfud MD.

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan bahwa respons Jokowi yang demikian itu menunjukkan bahwa Presiden tidak nyaman dengan tudingan yang ada.

Padahal, Jokowi sendiri sudah berulang kali menyatakan bahwa dirinya akan patuh kepada konstitusi dan tidak menginginkan penundaan maupun perpanjangan masa jabatan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved