Pemkot Ternate Gelar Pelatihan dan Bantuan Alat untuk Penenun Rapidino
Penenun kain rapidino di Kota Ternate mendapat pelatihan khusus dan bantuan alat dari Pemkot Ternate.
Penulis: Laode Havidl | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - Untuk bersaing ke pasar global, produk tenun asal Kota Ternate harus tumbuh dan berkembang.
Olehnya itu, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mendorong pelatihan UMKM, selama tiga bulan.
Untuk sektor kain tenun khas, yang dianggarkan melalui dana alokasi khusus (DAK) non fisik Kemenperin RI 2022.
Melalui pelatihan, pendampingan pembangunan dan spesifikasi produk melalui pelatihan teknik menenun, dengan menggunakan gedogan dan ATBM.
Baca juga: Pemkab Halmahera Barat Sambut Kepulangan Diandra Ariesta Pieter
"Kita dorong agar tenun khas Ternate tetap hidup, guna menambah keahlian tenaga-tenaga yang ada, "pintanya, Senin (23/5/2022).
Pemkot juga akan menambah alat pelatihan, dengan harapan produk yang nanti dihasilkan, dapat memenuhi kebutuhan pasar.
"Tahun ini, kita bakal diperhadapkan dengan event besar seperti Sail Tidore."
"Maka dari itu, saya berharap dengan event tersebut menjadi ajang promosi, dan ajang menjual produk UMKM khusunya kain tenun, "pintanya.
Terpisah, salah seorang pengrajin kain tenun, Ibu Haji Sehat Lamasila mengaku.
Baca juga: 388 Botol Cap Tikus dari Manado Diamankan Samapta Polda Maluku Utara
Kain tenun Rapidino, membutuhkan waktu pengerjaan paling cepat 2 minggu dan paling lama 1 bulan untuk satu produk.
"Satu kain tenun habiskan 100 gulungan benang, karena dikerjakan manual."
"Tapi sekarang sudah ada alat tenun, sehingga mudah, sehari bisa buat 2 kain tenun Rapidino, "pungkasnya. (*)