Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Komoditas

Berikut Penjelasan Pemkab Halmahera Utara Soal Turunnya Harga Kopra

Menurut Pemkab Halmahera Utara, turunnya harga kopra karena terjadi penumpukan di pabrik produksdi minyak di Surabaya dan Bitung.

Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Arafik Hamid
Tumpukan Kopra di salah satu gudang, Desa Rawajaya, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (20/5/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Halmahera Utara, Muksin Mustika menjelaskan.

April lalu, harga kopra sempat menyentuh Rp 11 ribu per kilogram.

Namun perlahan turun, hingga dihargai Rp 7.500 per kilogram pada Mei.

"Harga kopra partai dijual Rp 7.500 per kilogram, sementara harga kopra eceran dijual Rp 7 ribu per kilogram, "ungkapnya saat di konfirmasi, Selasa (24/5/2022).

Baca juga: Satpol PP Amankan 4 Pelaku Parkir Liar di Pasar Higienis Bahari Berkesan

Setah pihaknya mengkonfirmasi ke beberapa pengusaha pengumpul kopra, saat pedangan melakukan pengirim ke Surabaya dan Bitung.

Di mana pabrik produksi minyak disana mengaku, terjadi antrian kopra hingga berbulan-bulan.

"Kopra kita saat pengiriman ke pabrik produksi minyak mengalami antrian."

"Bahkan alasan pabrik produksi, kopra disana sudah penuh, "ungkapnya.

Alhasil, pabrik produksi juga tidak semerta-merta menerima langsung.

"Mengalami antrean panjang, dan penjual kopra juga tidak semerta-merta kopra masuk ke pabrik, "tuturnya.

Baca juga: Unggah Foto Jalan Terendam Banjir di Halmahera Utara, Akun FB Crismas Buael Tuai Komentar

Mengalami antrean panjang, bukan hanya di pabrik Surabaya, tetapi di Bitung dan Manado juga mengalami hal serupa.

Seraya mengatakan, harga kopra saat ini belum bisa diprediski.

"Nnti kita lihat, perkembangan, apakah bulan depan bisa naik atau malah turun, "tandasnya mengakhiri. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved