Virus Corona

Korea Utara Kembali Laporkan Lonjakan Suspek Coviid-19, tetapi Masih Tolak Bantuan Vaksin

Korea Utara melaporkan lonjakan kasus suspek Covid-19 tertinggi dalam tiga hari terakhir.

Penulis: Qonitah Rohmadiena | Editor: Rizki A
AFP via The Strait Times
Korea Utara melaporkan lonjakan suspek Covid-19 tertinggi dalam tiga hari terakhir. 

TRIBUNTERNATE.COM - Korea Utara melaporkan lonjakan kasus suspek Covid-19 tertinggi dalam tiga hari terakhir.

Informasi ini dilaporkan oleh media pemerintah Korea Utara.

Menurut markas besar pencegahan epidemi darurat negara, Korea Utara mencatat 100.710 kasus demam selama 24 jam terakhir.

Menurut laporan Kantor Berita Pusat Korea, angka tersebut menjadikan kasus dugaan Covid-19 menjadi lebih dari 3,54 juta.

Mengutip Anadolu Agency, sejauh ini 3,36 juta pasien telah pulih, sementara 70 orang kehilangan nyawa sejak akhir April.

Korea Utara adalah salah satu dari sedikit negara yang tidak melaporkan kasus apa pun sejak pandemi dimulai lebih dari dua tahun lalu.

Awal bulan ini, Korea Utara mengonfirmasi kasus pertama Covid-19 di wilayahnya dan memberlakukan penguncian secara nasional.

Strategi pencegahan penyebaran Covid-19 oleh pemerintah Korea Utara dilakukan dengan penutupan perbatasan total sejak Januari 2020.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memiliki catatan vaksinasi Covid-19 di Korea Utara.

Pyongyang diketahui telah menolak tawaran pasokan vaksin berulang kali dari komunitas internasional.

Baca juga: Update Pencarian Emmeril: Momen Haru Ridwan Kamil Dipeluk Warga Swiss yang Selamatkan Putrinya

Baca juga: Viral Pemuda Gagal Masuk Pendidikan Polri: Sebelumnya Dinyatakan Lolos, Diduga Ada Siswa Titipan

Baca juga: Emmeril Kahn Masih Belum Ditemukan, Ridwan Kamil: Semoga Allah Memudahkan Ikhtiar Ini

Baca juga: Emmeril Kahn Masih Belum Ditemukan, Wali Kota Bern Kunjungi Ridwan Kamil dan Atalia Praratya

Korea Utara Kerahkan Militer Tangani Pandemi

Korea Utara mengerahkan pasukan militernya untuk menangani pandemi Covid-19 yang baru melanda negara itu.

Petugas medis militer Korea Utara meningkatkan distribusi obat-obatan untuk memerangi wabah virus corona yang semakin berkembang.

Media pemerintah Korea Utara mengatakan, pada hari Selasa (17/5/2022) jumlah kasus "demam" yang dilaporkan mendekati 1,5 juta kasus.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah memerintahkan lockdown nasional untuk memperlambat penyebaran penyakit di tengah masyarakatnya yang tidak divaksinasi.

Baca juga: Korea Utara Kerahkan Militer untuk Tangani Pandemi, Korea Selatan Nyatakan Siap Beri Bantuan

Baca juga: Korea Utara Laporkan Kasus Covid-19 Pertama, Fasilitas Kesehatan dan Imunitas Warga Dikhawatirkan

Kim pun akhirnya mengerahkan militer setelah menganggap gagal penanggulangan awal terhadap wabah tersebut.

Ratusan personel berseragam kamuflase dari unit medis Tentara Rakyat Korea terlihat berkumpul di ibu kota Pyongyang dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

"Militer segera mengerahkan pasukannya yang kuat ke semua apotek di Kota Pyongyang dan mulai memasok obat-obatan di bawah sistem layanan 24 jam", kata KCNA seperti dikutip dari France24.

(TribunTernate.com/Qonitah)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved