Mengenal Sosok Hendrik Van Dijken, Pembawa Kitab Injil dan Agama Kristen Pertama di Halmahera Utara
Hendrik Van Dijken merupakan sosok misionaris asal Belanda yang tercatat pertama kali memperkenalkan Agama Kristen dan Kitab Injil di Galela.
Setah mendapakan dukungan dari Belanda, ia bersama keluarga.
Beserta dua rekannya, yakni HH Bode dan Klasen, kembali ke Galela membawa peralatan perkebunan.
Setibanya di Moro Doku, mereka justru mendapatkan ancaman ingin dibunuh dari penduduk sekitar.
Namun rencana pembunuhan itu gagal, karena warga menilai Hendrik Van Dijken memiliki kekuatan spritual.
Alhasil, penduduk Doku Moro mulai membangun keharmonisan dengan mereka.
Selama 6 tahun, sejak tahun 1864 sampai 1874, satu per satu penduduk mendatanginya.
Akhirnya pada tahun 1874, ia dilantik menjadi pendeta, penabisan gedung gereja pertama, dan pembaptisan 8 pengingat warga lokal.
Warga lokal pertama yang dibabtisnya bermarga Takisuma (suntaki), Ipol, kucape (Kusame), Iyoko, Mailowa, Sudan, Niha dan Iludu.
Ke delapan pengikut tersebut, mulai melakukan misionaris memalui bercocok taman di wilaya Galela.
Pada tahun 1878, diresmikan desa difinitif. Dari Moro Doku menjadi Desa Duma diambil dari Alkitab.
"Van Dijken meynebut, Desa Duma sebagai tempat aman dan sejuk, "tuturnya.
Monumen Hendrik Van Dijken dibangun atas kerjasama, YBI Jakarta dengan BUMG-GMIH.
Tidak jauh dari monumen itu, terdapat juga peristirahatan atau makan Hendrik Van Dijken.
Diketahui, Hendrik Van Dijken merupakan pria kelahiran Belanda.
Baca juga: Bank Indonesia Serahkan Beasiswa Pendidikan Rp 2 Miliar untuk 3 Kampus dan 1 Sekolah di Maluku Utara
Tepatnya pada 4 Januari 1832, dan wafat di Desa Duma pada tanggal 17 Juni 1900.
Sedangkan istrinya Maria Sonpiet, adalah wanita kelahiran Ternate 1 April 1835.
Dan wafat pada 6 April 1906, yang dimakamkan tempat disebelah makan Hendrik Van Dijken. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/monumen-hendrik-van-dijken.jpg)