Tak Bisa Melaut karena Sulit Dapat BBM, Nelayan Teluk Kao Minta Perhatian Pemkab Halmahera Utara
Sulitnya mendapatkan BBM membuat nelayan Kao Teluk tak bisa melaut, karena itu melalui Asosiasi, mereka meminta perhatian pemerintah Halmahera Utara.
TRIBUNTERNATE.COM - Asosiasi Nelayan Teluk Kao, mendatangi Kantor Bupati Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (16/6/2022) pagi.
Kedatangan puluhan nelayan itu tidak lain, mengeluhkan sulitnya mendapat BBM Jenis Pertalite sekarang ini.
Asisten III Setda Kabupaten Halmahera Utara, Sudhihard Noya langsung menerima mereka dan melakukan pertemuan.
Dihadapan, Ketua Asosiasi Nelayan Teluk Kao, Dariyatno menjelaskan.
Baca juga: Sandiaga Uno Persembahkan Pantun untuk Wisata Batu Angus Ternate
Akibat kelangkaan Pertalite sejak Maret lalu, nelayan sulit melaut.
Apalagi perahu penangkap ikan (Bagang), di kelompoknya sebanyak 80 unit.
Selain Pertalite, Bagang juga menggunakan Minyak Tanah. Yang sekali melaut, paling sedikit menghabiskan 25 liter.
"Sudah susah dapat BBM, ditambah harga jual Pertalite di pengecer Rp 15 ribu per liter, "keluhnya.
Bayangkan, sekali melaut, nelayan biasa menghabiskan waktu selama dua hingga tiga hari. Dengan penyediaan BBM hanya 25 liter, itu tidak cukup.
Belum lagi jika tidak mendapatkan hasil tangkapannya, nelayan terpaka melaut lebih lama.
"Setiap melaut, persiapan Pertalite dan Minyak Tanah paling sedikit 25 liter, paling tinggi ya 40 liter, itu pun hanya dua hari, "ungkapnya.
Karenas sulit dapat BBM, berdampak buruk bagi kebutuhan ekonomi rumah tangga.
"Kami bukan mengemis, tetapi kami butuh perhatian dengan penyediaan BBM untuk kami.
"Nelayan di Tobelo bisa dapatkan BBM dari Pemda, masa kita di pesisir tidak dapat, ini kan tidak adil, "tuturnya.
Dicontohkannya, sekarang ini, Pertalite diperuntukan untuk transportasi darat (mobil), tidak untuk transportasi laut (Bagang).
Sedangkan nelayan, selain mencari hidup, juga menjamin kebutuhan masyarakat.
"Kita ini keluar melaut, selain cari hidup, kita juga menyediakan pasokan ikan di pasar, "imbuhnya.
Baca juga: Polda Maluku Utara Belum Berlakukan Larangan Pakai Sendal Jepit Saat Berkendara
Olehnya itu, ia berharap Pemkab Halmahera Utara dapat mencari solusi.
Atas pasokan dan ketersediaan Pertalite dan Minyak Tanah, bagi nelayan Teluk Kao.
"Kami berharap ada perhatian pemerintah, sehingga ada penyediaan BBM bagi kami, "tandasnya. (*)