M Umar Ali Ingatkan Pentingnya Pemahaman Cegah Stunting Bagi Pasangan Baru Menikah di Morotai
Selain mengapresiasi pelatihan fasilitaror, Pejabat Bupati Pulau Morotai, M Umar Ali mengingatkan penting mencegah stunting bagi pasangan baru menikah
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - Penjabat Bupati Pulau Morotai, M Umar Ali membuka pelatihan percepatan penurunan stunting bagi fasilitator kabupaten, di Aula Kantor Pemerintahan Terpadu Pulau Morotai, Sabtu (25/6/2022).
Pada kesempatan itu, M Umar Ali menjelaskan, stunting murupakan kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah 5 tahun, akibat kekurangan gizi kronis.
Olehnya itu, pencegahan stunting dilakukan sejak 3 bulan sebelum menikah. Dikarenakan adanya kondisi di mana anemia dan kurang gizi sering menimpa remaja putri, sebelum menikah. Sehingga pada saat hamil menghasilkan anak stunting.
Baca juga: KPU Morotai Gelar Pertemuan dengan Partai Politik Bahas Kesiapan Pemilu Tahun 2024
"Pemkab Pulau Morotai menyambut baik kebijakan BKKBN Perwakilan Maluku Utara, Renta Rego dan tim."
"Karena telah mengajak Dinas Kesehatan Pulau Morotai, mengadakan pelatihan ini."
"Kami juga mengapresiasi program wajib pendampingan, konseling dan pemeriksaan yang dilakukan mulai tiga bulan sebelum menikah, bagi yang hendak merencanakan pernikahan, "ungkapnya.
Selain itu M Umar Ali mengaku, kegiatan ini juga bertujuan agar bisa memberikan pemahaman terhadap pasangan baru menikah, untuk bisa memahami hal tersebut yang nantinya bisa di dapat melalui sosialisasi dan lainya.
"Program pendampingan ini membantu memastikan setiap calon pengantin atau pasangan usia subur, berada dalam kondisi ideal untuk merencanakan kehamilan."
"Sehingga, kekurangan energi kronis, anemia, sebagai salah satu resiko yang dapat melahirkan bayi stunting, tidak dapat terjadi, "harapnya.
Baca juga: Partai Kebangkitan Bangsa Morotai Usung Benny Laos di Pilkada 2024
M Umar Ali juga berharap, agar pasca pelatihan ini, SDM fasilitator kabupaten semakin baik dan terus bersinergi, dengan 88 tim pendamping keluarga di semua desa.
"Anggota PKK Desa dan kader, Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) serta semua elemen masyarakat, agar bahu-membahu mengemban tanggungjawab mulia sekarang, demi terciptanya SDM berkualitas di masa depan. "pungkasnya mengakhiri.
Diketahui, pelatihan percepatan penurunan stunting bagi fasilitator kabupaten, diselenggarakan oleh perwakilan BKKBN Maluku Utara, bersama Dinas Kesehatan Pulau Morotai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/m-umar-ali-buka-pelatihan-stunting-di-morotai.jpg)