Diapit Dua Laut, Warga Desa Pandanga di Morotai Diajari Buat Jalur Evakuasi

Karena letak geografis diapit dua laut, warga Desan Pandanga di Morotai diajarkan membuat jalur evakuasi jikalau terjadi bencana alam tsunami.

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Fizri Nurdin
EVAKUASI: Tampak warga Desa Pandanga di Morotai bersama sejumlah dosen Unkhair Ternate, membuat jalur evakuasi jikalau terjadi bencana alam tsunami, karena letak geografis desa ini diapit oleh dua laut, Kamis (14/7/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebagai salah satu wilayah di Maluku Utara, yang masuk kategori rawan bencana. Warga Desa Pandanga, Kabupaten Pulau Morotai melakukan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Program PKM yang diberikan sejumlah dosen, Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Prodi Pendidikan Fisika ini, bertujuan agar warga Desa Pandanga mengerti jalur evakuasi, jikalau terjadi tsunami.

"Warga Desan Pandanga Morotai belum terlalu paham, tentang bagaimana cara menyelamatkan diri dari evakuasi bencana, pada saat terjadinya tsunami, sehingga kegiatan ini tujuannya itu, "kata salah saeorang dosen Unkhair Ternate, Suryani Taib, Kamis (14/7/2022).

Dijelaskan, letak geografis Desa Pandanga di Kecamatan Morotai Selatan diapit dua laut, sebab desa ini berada di tanjung Pulau Morotai.

Baca juga: Empat Daerah di Maluku Utara Rawan Bencana, Kemensos RI Tetapkan Lumbung Logistik

"Karena disini (Desa Pandanga) diapit oleh dua laut, jadi mereka harus lebih tanggap terhadap bencana seperti tsunami, "ujarnya.

Lebih jauh, Suryani mengaku, sebelumnya masyarakat akan menentukan daerah dan jalur-jalur yang dilalui, barulah akan diberikan jalur evakuasi utama.

"Warga yang ada di sekitar sini, berpartisipasi untuk menentukan daerah, mulai dari RT/RW. Kemudian setelah itu, ada juga daerah-daerah tempat umum seperti sekolah, masjid dan lainnya."

Baca juga: Sambut Hari Bhakti Adhyaksa ke 63 Kejati Maluku Utara Beri Sembako ke Panti Sosial Himo-Himo Ternate

"Nah, setelah itu, kita tentukan jalan utamanya, untuk menuju ke jalur evakuasi. Pokoknya daratan yang lebih tinggi, misalnya kalau tsunami datang, warga sudah tahu jalan utamanya kemana, untuk menuju ke dataran tersebut, "jelasnya.

Seraya menambahkan, akhinya masyarakat menemui kata sepakat, setelah menentukan jalur evakuasi melalui peta partisipatif.

"Setelah itu, baru ditentukan secara bersama simulasi warga, untuk dapat masuk ke daerah evakuasi tersebut. "tandasnya mengakhiri. (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved