Kapal Penumpang Tenggelam
Basarnas Ternate Ungkap Ada Belasan Korban Tenggelamnya KM Cahaya Arafah Tak Tercatat di Manifest
Terungkap ada belasan penumpang tenggelammnya KM Cahaya Arafah di perairan Pulau Tokaka, Halmahera Selatan, Maluku Utara, tidak terdata di manifest.
Penulis: Randi Basri | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM - Terungkap ada belasan penumpang tenggelamnya KM Cahaya Arafah di perairan Pulau Tokaka, Halmahera Selatan, Maluku Utara, tidak terdata di manifest.
Hal tersebut dikatakan, Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman.
Menurut catatan Basarnas ada 77 penumpang sementara dalam manifest cuman 66 orang.
Dari 77 baru ditemukan 64 orang. Sisanya sebanyak 13 orang masih dalam proses pencairan.
Semua penumpang yang telah dievakuasi dalam keadaan selamat.
"Memang data yang kami dapat di lapangan itu 77 orang. Dari jumlah itu 64 orang berhasil dievakuasi dan 12 sedang dicari,"ungkap Fathur, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Petugas Evakuasi Tenggelamnya KM Cahaya Arafah Diserang Warga Tokaka Halmahera Selatan
Data sebagaimana dalam manifest berbeda di lapangan. Sebab, ada tambahan belasan orang.
Hingga memasuki hari kedua, proses pencarian terus dilakukan dengan membagi 4 Sru pada area yang telah ditentukan.
"Sampai sekarang tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap 13 orang penumpang kapal KM Cahaya Arafah ini," ucapnya.
Sementara, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Ternate, Agustinus menyebut, kapal KM Cahaya Arafah awalnya berangkat dari pelabuhan Bastiong Ternate pada Senin (18/7/2022) sekitar pukul 08.30 WIT sebelum adanya surat penundaan aktivitas pelayaran yang dikeluarkan KSOP.
Baca juga: Anak Salah Seorang Penumpang Tenggelamnya KM Cahaya Arafah: Semoga Mama Selamat
"Kapal tersebut membawa penumpang sebanyak 66 orang sesuai manifest penumpang yang terdata di pelabuhan Bastiong,"ujarnya.
Selain penumpang kapal ini juga membawa barang yang diangkut seberat 21 ton.
"KM Cahaya Arafah bertolak dari Ternate ke Halmahera Selatan pada pukul 8.30 WIT, tenggelam sekitar pukul 18.12 WIT di perairan Desa Samo menuju Tokaka. Nah berdasarkan Informasi yang diperoleh tenggelamnya kapal itu akibat cuaca sehingga dihantam gelombang laut, sampai saat ini melakukan konfirmasi dengan UPP Babang dan Wilker Saketa,"jelasnya. (*)