Kapal Penumpang Tenggelam
Sarah Sambil Menangis, Ceritakan Suaminya Usia 80 Tahun Meninggal Dalam Kecelakaan KM Cahaya Arafah
Sarah menceritakan suaminya pergi Untuk Kerja Kopra, Abubakar Muhamad usia 80 tahun Dikabarkan Meninggal Dalam Kecelakan Tenggelamnya KM Cahaya Arafah
Penulis: Laode Havidl |
TRIBUNTERNATE.COM - Sarah Salasa Istri dari almarhum Abubakar Muhamad berusia 80 tahun yang meninggal dalam kecelakaan KM Cahaya Arafah, menjelaskan suaminya meninggal dunia ketika hendak menuju Desa Yomen di Halmahera selatan untuk bekerja mengurus kopra.
Sarah menceritakan, pagi itu sebelum kecelakaan naas yang membuat suaminya pergi untuk selama lamanya. Ia masih mengingat jelas, Ia bersama suaminya berencana untuk berangkat sama-sama ke Halmahera Selatan dengan menumpang KM Cahaya Arafah .
Namun ketika tiba saat mau berangkat, Suaminya meminta dirinya untuk tidak ikut berangkat ke Halmahera Selatan naik KM Cahaya Arafah dikarenakan masih ada dua cucunya yang berada di rumahnya.
“Saya itu mau berangkat sama-sama ke Halmahera Selatan tapi saya pe suami suru saya dirumah saja untuk jaga cucu,” ungkapnya.
Sarah mengaku, tidak memiliki firasat apapun atas kepergian suaminya, karena pagi pagi itu cuaca masih baik-baik saja.
Setelah sore terjadi cuaca buruk, dirinya memiliki kekhawatiran begitu besar, namun masih berusaha untuk tenang dan berfikir positif.
“Namun saya dapat kabar dari anak tertua saya bahwa kapal yang ditumpangi suami saya itu tenggelam,namun saya masih meyakini bahwa suami saya masih hidup dalam kecelakaan kapal tersebut,” ungkapnya seraya menangis meski tanpa suara air mata mulai berlinang.
Ia mengaku, kepergian suaminya di Desa Yomen karena masih ada harta mereka disana.
“Suami itu kasana mau bikin kopra, dan ini merupakan pertama kali sejak puluhan tahun beliau tidak pernah lagi kesana,” katanya.
Sarah pun mengaku telah ikhlas atas kepergian suami tercintanya. Meski sekali-sekali ia masih sering mengingat suaminya.
“Saya sudah ikhlas, dan kemarin setelah jenazah ditemukan saya meminta untuk tetap dimakamkan di Ternate, agar lebih dekat dengan saya dan anak-anaknya disini,”pungkasnya.
Sarah pun menceritakan ia bersama suaminya merupakan warga Malifut Halmahera Utara, kemudian dia bersama suaminya berkebun di Yomen Halmahera selatan.
Pada tahun 2005 dirinya dan suami kemudian pindah ke Ternate, dan saat ini menetap di Kelurahan Sasa Ternate Selatan Kota Ternate.
Sarah memiliki enam anak dan keenam anak semuanya berada di Kota Ternate. (*)