Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Selangkah lagi, Pisang Mulu Bebe Akan Jadi Komoditas Unggulan Milik Halmahera Barat

Tak lama lagi, pisang mulu bebe akan menjadi satu dari sekian komoditas di Halmahera Barat, dan hal itu akan dikembangkan pemerintah daerah.

Penulis: Faisal Amin | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Faisal Amin
KOMODITAS: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Halmahera Barat, Hendrik Sarapung mengatakan Halmahera Barat sebentar lagi akan mendapat hak penuh atas pisang mulu bebe, di mana pemerintah daerah menganggap pisang mulu bebe sebagai komoditas milik Halmahera Barat, Kamis (11/8/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Pisang mulu bebe akan didaftarkan ke Kementrian Hukum dan Ham Republik Indonesia. Hal ini dilakukan guna menjadikan pisang mulu bebe, sebagai komuditas milik Halmahera Barat.

Sebab, Pemkab Halmahera Barat akan dijadikan pusat pengembangan pisang mulu bebe di Maluku Utara. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Halmahera Barat, Hendrik Sarapung.

Menurut Hendrik, Pemkab Halmahera Barat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, perlu melakukan langkah ini karena pengembangan pisang mulu bebe, yang nantinya dilakukan butuh kejelasan identitas.

"Kita sudah daftarkan di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, karena nantinya akan dikembangkan, " Ujarnya.

Baca juga: Harga Telur Ayam di Ternate Rp 2.200 per Butir, Kamis 11 Agustus 2022

Untuk melakukan pengembangan pisang mulu bebe, Pemkab Halmahera Barat juga harus memiliki hak paten, dan harus di daftarkan ke Kemenkumham.

Baca juga: UMKM di Halmahera Barat Diminta Daftarkan Produk ke Kemenkumham, Agar Dapat Legalitas Hukum

"Karena pengembangan pisang mulu bebe secara besar besaran, jadi kita harus memiliki semacam hak paten, bahwa pisang mulu bebe milik Halmahera Barat. Sehingga kita daftarkan ke Kemenkumham, jadi tinggal selangkah lagi, "tegasnya.

Ia menambahkan, produksi pisang mulu bebe di Halmahera Barat saat ini masih diproduksi oleh perorangan, dan datanya belum tercatat di Dinas Pertanian dan Pangan Halmahera Barat. Namun, untuk jumlah lahan yang ditanami pisang mulu bebe di Halmahera Barat diatas 20 hektar.

"Disekitaran Jailolo saja ada 3 area, yang luasnya masing-masing 10 kektar, dan di bagian Kecamatan Tabaru juga ada hingga 20 hektar, "pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved