Sejumlah ASN di Morotai Mengeluhkan Rencana Pemerintah Menaikan Lagi Harga BBM
Rencana pemerintah pusat menaikan lagi Harga Bahan Bakar (BBM) ternyata dikeluhkan juga sejumlah ASN di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERMATE.COM - Rencana pemerintah pusat menaikan lagi Harga Bahan Bakar (BBM) ternyata dikeluhkan juga sejumlah ASN di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Kepada Tribunternate.com salah seoarang ASN atas nama Yudi (33) mengatakan, BBM jenis Pertamax dan Pertalite sama saja digunakan hanya saja dengan harga yang sekarang sudah mencekik.
Jika dinaikan lagi maka sudah pasti ini akan menyulitkan sekali.
"Kita dalam sebulan bisa 4 empat kali antri karena mobil dipakai ke kantor. Satu kali isi kita itu Rp 200 ribu, berarti 1 bulan itu Rp 800 ribu, biar kami ada gaji tapi tersa sekali,"kata Yudi saat ditemui
di SPBU Ibnu Hamid di Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Selasa (23/08/2022).
Baca juga: Motoris Speedboat di Morotai Merasa Kewalahan Kalau Harga BBM Naik Lagi
Baca juga: Sopir Angkot di Morotai Kewalahan Jika Pemerintah Naikkan Harga BBM
Menurut Yudi dengan gaji perbulan seorang ASN itu Rp 4 juta sekian.
Kalau sekarang Pertamax yaitu Rp 12,7500 berarti sebulan biaya dikeluarkan setengahnya dari gaji.
"Kalaupun pertalite tidak ada itu kita isi Pertamax satu kali isi itu 40 liter jadi kurang lebih Rp 600 ribu, dalam sebulan jadi sekitar Rp 2 juta. Bayangkan kalau naik lagi, maka gaji kita hanya untuk beli BBM saja."pungkasnya.
Di Kabupaten Pulau Morotai Maluku Utara, harga BBM jenis Pertamax per liternya Rp 12,7500 ribu, Pertalite Rp 7,6500 ribu, Solar Rp 5.1500 ribu. (*)