Kelompok Mahasiswa Gelar Demonstrasi Masalah Sampah di Kota Ternate

Demonstran meminta kepada Walikota Ternate agar membereskan masalah sampah yang masih jadi masalah akut di Kota Ternate.

Tribunternate.com/Yunita Kaunar
Samurai gelar aksi depan Kantor Walikota, mengevaluasi kebijakan pemerintah Kota Ternate tentang pengelolaan sampah di Ternate, belum maksimal dan Ternate darurat sampah sehari mampu memproduksi 80 ton sampah rumah tangga. Senin (29/8/2022) Bertempat di Depan Kamtor Wali Kota Ternate. 

TRIBUNTERNATE.COM - Solidaritas Aksi Mahasiswa untuk Rakyat Indonesia (Samurai) Maluku Utara gelar aksi di depan kantor Walikota Ternate, Senin, (29/8/2022).

Mereka menuntut Pemkot Ternate agar segera dapat menangani permasalahan sampah di Ternate

Kenapa tidak, sejauh ini permasalahan sampah di Kota Ternate belum juga dapat diatasi dengan baik.

Dari amatan TribunTernate.com dilapangan, aksi yang berlangsung di depan Kantor Walikota sejak pukul 13.12 WIT, dengan membawa spanduk bertulisan "Samurai Maluku Utara mengevaluasi kebijakan Pemerintah Kota Ternate Tentang Pengelolaan Sampah"

Ada pun spanduk dengan bertuliskan “sampah masalah andalan kota Ternate

Sejumlah tuntutan mahasiswa yakni, Pertama, segera hadirkan home industri pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kedua, sejauh mana progres bank sampah andalan dari program Pemkot.

Ketiga, sosialisasi tentang sampah di masyarakat Kota Ternate. Keempat, perbaikan armada pengangkut sampah yang rusak atau pengadaan baru. Kelima, perjelas kembali 130 unit viar. Keenam, retribusi sampah yang masuk di PDAM dikemanakan. Ketujuh, bentuk satgas di setiap kelurahan untuk mengontrol sampah kali mati.

Koordinator Aksi, Sutan Malaka mengatakan kehadiran kami untuk menyikapi problem sampah yang itu tanggung jawab kita bersama.

"Kita ketahui bersama bahwa produksi sampah di wilayah kota Ternate dalam sehari mencapai 80-90 ton, kemudian sebagian armada pengangkut sampah pun sebagian sudah rusak sehingga aktivitas pengangkut sampah terkendala,"bebersnya.

Sekedar diketahui, dalam edaran propaganda disebar oleh mahasiswa itu menekan peran pemerintah Kota Ternate pada masa periode kepemimpinan Walikota M.Tauhid Soleman dan Jasri Usman juga memprioritas tentang sampah.

Sehingga hal itu diangkat dalam program 100 hari kerja. Namun perkembanganya penanganan sampah belum terealisasi secara penuh sehingga mengakibatkan Kota Ternate dalam genggaman sampah.(*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved