Armada Angkut Sampah di Tidore Masih Kurang untuk Layani 46 Ton Sampah dalam Sehari
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan saat ini masih terkendala dengan armada angkut sampah.
Penulis: Faisal Amin | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan saat ini masih terkendala dengan armada angkut sampah.
Kendala Armada angkut sampah ini membuat petugas lamban dalam pengangkutan sampah yaan mengakibatkan penumpukan sampah dibeberapa tempat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Syarif, saat diwawancarai TribunTernate.com, Selasa (30/8/2022).
"Setelah saya dilantik kemarin, yang saya lihat kendalanya di armada angkut sampahnya, yang sudah tua, "kata Kadis.
Armada yang dimiliki oleh DLH Kota Tidore sebanyak 10 unit dan sudah berusia 20 tahun.
"Rata-rata usia armada disini sudah 20 tahun dan belum ada peremajaan sehingga terkendala di pengangkutan,"katanya.
Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup dan DPRD Kota Tidore Godok Perda Tentang Pengelolaan Sampah
Baca juga: Sampah Plastik Dijadikan Hiasan Ikon Pantai di Pulau Tidore
Dari sembilan unit armada angkut yang dimiliki diantaranya 6 Dumtrak dan 4 unit Amrol, dan 1 unit Alat berat yang ditempatkan di ibu kota sofifi.
"Tapi alat berat ini sudah rusak hampir satu bulan ini," tuturnya.
Kondisi armada angkut yang sudah tua dan belum ada peremajaan membuat para petugas sampah di Kota Tidore terkendala dalam proses pengangkutannya.
Sebab produksi sampah di Kota Tidore mencapai 46 ton perharinya.
"Kemarin seperti yang di Pasar Sari Malaha dua amrol yang ditaruh disana rusak. Tapi sekarang sudah diperbaiki dan pelayanan di pasar sudah mulai normal lagi, "katanya.
Untuk mengurangi beban pada pengangkutan sampah pada tahun ini akan ditambahkan satu armada lagi untuk melayani angkutan sampah.
"Di tahun 2022 ini torang usulkan 1 unit dumtruk, karena dengan kondisi sekarang kita tidak bisa usulkan semua, " ucapnya. (*)