Unjuk rasa

Tolak Kenaikan Harga BBM di Ternate, Pendemo Tulis di Spanduk ‘BBM Naik Harga Diri Pemerintah Turun’

Pengurus KAMMI Provinsi Maluku Utara unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan kantor Wali Kota Ternate.

Penulis: Yunita Kaunar | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/Yunita Kaunar
Pengurus KAMMI Provinsi Maluku Utara meggelar unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM di depan kantor Wali Kota Ternate, Kamis, (1/9/2022) 

TRIBUNTERNATE.COM- Pengurus KAMMI Provinsi Maluku Utara unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di depan kantor Wali Kota Ternate, Kamis, (1/9/2022)

Mereka memulai aksi pukul 11. 17 WIT dan sebagian pendemo membawa spanduk bertuliskan "Harga BBM naik, harga diri Pemerintah Turun". Baliho lain juga dibawa pendemo bertuliskan "Tolak! Kenaikan BBM Bersubsidi,"

Ketua PW KAMMI Maluku Utara, Rudi Ahmad menegaskan, bahwa kami turun di kesempatan ini ingin menyuarakan menolak isu naiknya harga BBM bersubsidi baik pertalite dan solar.

"Jadi kami secara sikap tolak kenaikan BBM subsidi karena pertama alasan kita belum pulih secara ekonomi,"kata Rudi Ahmad.

Baca juga: Demokrat Maluku Utara Tolak Kenaikan Harga BBM, Rahmi Husen: Bikin Rakyat Tambah Sengsara

Berikut tuntutan mereka selain kenaikan BBM yaitu, Wali Kota Ternate terkait edaran dikeluarkan beberapa waktu lalu.

Ada beberapa poin salah satunya dilarang keras tap minyak dengan menggunakan jerigen, modifikasi motor dan alat lain.

"Tapi terjadi dilapangan berbeda dari pengawalan dan pengawasan sehingga mafia-mafia ini sangat leluasa dan saya dapat sendiri di SPBU Kalumata. Saya alami sendiri nyaris dikeroyok masa gara-gara takut informasi ini bocor,"ungkapnya.

Baca juga: HMI Ternate Galang Ratusan Anggota Kawal Aksi Tolak Kenaikan BBM 1 September 2022

Adapun, sebagai berikut tuntutan pendemo:

Mengevaluasi surat edaran Wali Kota Ternate yang berkaitan dengan BBM.

Menolak penjualan miras, lem aibon yang tidak tepat sasaran dan hiburan malam.

Menolak perjudian online. Kelima, mendesak pemerintah untuk lebih serius dalam menangani sampah di Kota Ternate.

Mendesak pemerintah untuk memperbaiki manajemen RSUD Chasan Boesoirie Kota Ternate. (*)

 

Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved