Wisata Tidore

Museum Sonyinge Malige, Wisata Tidore yang Menyimpan Banyak Sejarah

Wisata Tidore memiliki potensi beragam. Baik itu Wisata Alam, Religi, maupun Wisata sejarah.

Penulis: Faisal Amin | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com/Faisal Amin
Museum Sonyinge Malige, Wisata Tidore yang suguhkan ragam benda bersejarah, Rabu (07/09/2022) 

TRIBUNTERNATE.COM- Wisata Tidore memiliki potensi beragam. Baik itu Wisata Alam, Religi, maupun Wisata sejarah.
Wisata Tidore yak kalah terkenal juga yaitu Museum Sonyinge Malige.

Di Wisata Tidore Museum Sonyinge Malige para pengunjung bisa melihat langsung benda bersejarah di Kota Tidore Kepulauan.

Museum ini merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh wisatawan dari luar daerah, untuk melihat koleksi benda bersejarah yang tersimpan.

Adapun benda bersejarah yang disimpan di museum ini ialah benda berupa guci yang ditemukan di kedalaman laut tanjung Soa-sio dan tanjung Tongwai.

Selain Guci, terdapat juga Fragmen Fragmen, berupa piring tua, yang ditemukan di Tanjung Tongwai.

Benda antik tersebut ditemukan oleh Kementerian Kelautan melalui Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP).

Baca juga: Pantai Ake Bai, Wisata Tidore Tempat Paling Cocok untuk Kamping

Selain benda Antik, di museum tersebut terpajang foto ataupun lukisan kehidupan masyarakat Tidore pada jaman dahulu.

Serta aktifitas perdagangan masyarakat Tidore dan bangsa barat pada abad ke 15, dan lukisan tentang perang antara Tidore dan portugis, serta sketsa bangunan beberapa Benteng di Tidore.

Wisata Tidore Museum Sonyinge Malige juga mengoleksi beberapa barang, seperti alat perabotan rumah tangga yang digunakan masyarakat Tidore dahulu.

Begitu juga peralatan pertanian dan nelayan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Museum Sonyinge Malige terletak di kelurahan Soa-sio kecamatan Tidore Kota Tidore Kepulauan.

Baca juga: Keindahan Pulau Mare Sebagai Wisata Tidore yang Wajid Didatangi, Bisa Lihat Ikan Lumba-lumba Loh!

Lokasi museum ini sendiri berdekatan dengan bangunan bangunan bersejarah, sebut saja Benteng Tahula di sebelah utara, disebelah selatan terdapat Bangunan Masjid Kesultanan, dan makam Sultan Nuku, juga Kedaton Kesultanan Tidore.

Untuk sampai ke Museum para pengunjung terlebih dahulu menyeberang ke pelabuhan Rum Kota Tidore, menggunakan speedboat dari pelabuhan Bastiong Ternate.

Sampai di pelabuhan Rum, para pengunjung  melanjutkan perjalanan kurang lebih 30 menit menggunakan angkot atau bentor (kendaraan roda tiga). (*)

Sumber: Tribun Ternate
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved