Soal Kebocoran Data yang Diretas Hacker Bjorka, Mahfud MD Klaim Belum Ada Isu-isu yang Membahayakan

Mahfud MD membenarkan adanya kebocoran data dan telah mendapatkan laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Editor: Rizki A
Kompas.com/Kristianto Purnomo
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membenarkan adanya kebocoran data dan telah mendapatkan laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). 

TRIBUNTERNATE.COM - Data atau dokumen penting milik pemerintah Indonesia diduga mengalami kebocoran di dunia maya.

Di antara data dan dokumen itu berasal dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Dokumen kepresidenan dan surat-surat rahasia dari BIN diklaim telah dibocorkan oleh hacker atau peretas yang menyebut dirinya Bjorka, Jumat (9/9/2022).

Selain itu, kebocoran data negara yang diretas oleh hacker Bjorka meliputi data pribadi Puan Maharani, Erick Thohir, Johnny G Plate, Denny Siregar, hingga data pribadi dalang kasus pembunuhan Munir.

Kebocoran data ini pun mendapat tanggapan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Mahfud MD membenarkan adanya kebocoran data dan telah mendapatkan laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur (Bidkoor Kominfotur) Kemenko Polhukam.

Namun Mahfud menegaskan bahwa data yang telah bocor itu sebetulnya bukan data rahasia.

"Soal bocornya data negara lah, itu nanti akan kita pastikan bahwa itu memang terjadi. Saya sudah dapat laporannya dari BSSN, kemudian dari Deputi Analisis 7 saya, terjadi di sini, di sini, di sini."

Baca juga: Hacker Bjorka Mengaku Bocorkan Data Presiden Jokowi, BIN Langsung Membantah: Itu Hoaks

Baca juga: Kondisi Terkini Bharada E: Masih Trauma, Makin Mendekatkan Diri kepada Tuhan, Ingin Bertemu Keluarga

"Tetapi itu bisa juga sebenarnya bukan data yang sebetulnya rahasia, bisa diambil dari mana-mana, cuma kebetulan sama," kata Mahfud dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Senin (12/9/2022).

Lebih lanjut Mahfud MD menyebut, pemerintah akan mendalami kasus kebocoran data ini.

Yang jelas menurut Mahfud, belum ada yang membahayakan dari isu-isu yang muncul akibat kebocoran data tersebut.

"Oleh sebab itu nanti masih akan didalami, pemerintah masih akan rapat tentang ini. Belum ada yang membahayakan dari isu-isu yang muncul, itu kan yang sudah ada di koran tiap hari."

"Ini yang ingin menjadi presiden, ini begini ini begini, kan cuma itu-itu aja, enggak ada yang rahasia negara itu, itu kalau saya baca dari yang beredar itu."

"Sehingga itu bisa saja kebetulan sama dan kebetulan bukan rahasia juga, barangkali cuma dokumen biasa yang terbuka, tetapi itu memang terjadi. Misalnya di Dukcapil ada, macem-macem lah di beberapa tempat," terang Mahfud.

Baca juga: Viral Jari Tangan Raja Charles III Bengkak dan Disebut Mirip Sosis, Dokter Sebut Itu Oedema

Baca juga: Santri Tewas Dianiaya di Ponpes Gontor, Wamenag: Tindakan Pribadi Oknum, Semoga Kena Sanksi Setimpal

Baca juga: Fakta Terbaru Mayat PNS Terbakar tanpa Kepala, Iwan Jadi Saksi Kasus Korupsi di Tempat Kerja

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved