Pemda Morotai Launching Kemoprofilaksis Kusta untuk Mencegah Penularan

Launching Kemoprofilaksis Kusta adalah bagian dari rangkaian Akselerasi Kolaboratif menuju Eliminasi Kusta di Kabupaten Pulau Morotai tahun 2024.

Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Mufrid Tawary
Dok Humas Pemda Morotai
Cegah penyakit Kusta, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai Launching Kemoprofilaksis Kusta, berlangsung di gedung Islamic Center Morotai, Desa Gotalamo kecamatan Morotai selatan, Kamis (15/9/2022) 

TRIBUNTERMATE.COM-  Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menggelar Launching Kemoprofilaksis Kusta.

Launching Kemoprofilaksis Kusta adalah bagian dari rangkaian Akselerasi Kolaboratif menuju Eliminasi Kusta di Kabupaten Pulau Morotai tahun 2024.

Kemoprofilaksis Kusta dilakukan pada daerah yang memiliki penderita Kusta yang tinggi dengan pemberian obat Rifampicin dosis tunggal pada anak usia 2 tahun sampai lansia umur 70 tahun.

Di Kabupaten Pulau Morotai Tahun 2021 data menunjukan ada  10 kasus kusta  dari 10.000 penduduk.

Dari jumlah tersebut 9 diantaranya adalah kusta basah.

Launching Kemoprofilaksis Kusta dilakukan di Gedung Islamic Center Morotai, Desa Gotalamo kecamatan Morotai selatan, pada Kamis (15/9/202).

Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali yang diwakili Sekretaris Daerah F Revi Dara dalam sambutannya mengatakan,  kegiatan kemoprofilaksis Kusta memberikan isyarat yang tegas dan kuat bahwa Negara dan Pemerintah hadir dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sesuai amanat Undang-Undang No 36 Tahun 2009 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

"Kita tentunya bertanya, mengapa langkah ini perlu kita lakukan? Jawabannya adalah penyakit Kusta masih menjadi beban pembangunan kesehatan,"

Baca juga: Warga Berharap Tidak Ada Titipan Ataupun Orang Dalam Seleksi Panwascam di Morotai

Baca juga: Pj Bupati Morotai Bakal Evaluasi Para Kepala Dinas yang Bekerja Tidak Profesional

"Penyakit tropis terabaikan ini adalah gambaran kemiskinan dan kaum marjinal yang hidup dalam lingkungan terbatas sumber daya. Efek yang ditimbulkan adalah pelemahan fisik, penurunan produktivitas, dan konsekuensi sosial lainnya,"kata Revi dalam sambutannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved