Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

AJI Ternate Gelar Aksi Damai, Fikram Salim: Harap Kekerasan Kepada Insan Pers Tak Terulang Lagi

AJI Ternate menggelar aksi damai disemjumlah titik, aksi ini bertujuan agar kekerasan terhadap insan pers tak terulang lagi.

Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Istimewa
STATEMEN: Ketua AJI Ternate, Fikram Salim saat diwawancarai saat berlangsungnya aksi damai, Selasa (11/10/2022). Pada kesempatan itu ia berharap, agar tak ada lagi kekerasan yang dialami insan pers dikemudian hari. 

TRIBUNTERNTE.COM, TERNATE - AJI Ternate menggelar aksi damai, disejumlah ruas jalan di Kota Ternate, Selasa (11/10/2022).

Aksi damai AJI Ternate kali ini, adalah butut kekerasan terhadap Nurkholis Lamau, jurnalis Cermat Patner Kumparan.

Di mana Nurkholis Lamau yang juga anggota AJI Ternate itu, alami kekerasan oleh salah seorang publik figur Kota Tidore.

Kasus yang masuk dalam delik pidana itu, terjadi di SPKT Polres Tidore belum lama ini.

Baca juga: AJI Indonesia Turun Kawal Kasus Kekerasan Jurnalis di Maluku Utara

Kepada TribunTernate.com, Ketua AJI Ternate, Fikram Salim mengatakan.

Aksi damai ini, merupakan bentuk dukungan kepada Polda Maluku Utara.

Aksi damai AJI Ternate didepan Kantor RRI Ternate
Aksi damai yang dilakukan AJI Ternate, di depan Kantor RRI Ternate

Untuk menuntaskan kasus kekerasan, terhadap Nurkholis Lamau, jurnalis Cermat Patner Kumparan.

"Saya berharap Polda Maluku Utara, dapat menyelesaikan kasus ini, dengan jujur dan adil, "pintanya, Selasa (11/10/2022).

Di mana kerja-kerja jurnalis, dilindungi oleh undang-undang, yakni undang-undang nomor 40/1999 tentang pers.

"Dokumen atas kasus kekerasan ini, telah kami sampaikan ke Dewan Pers kemsari."

"Karena itu pagi tadi, Ketum AJI Indonesia, Sasmito Madrim, datang ke Ternate."

Baca juga: Konferta ke-3 AJI Ternate Usai Digelar, Sasmito: Selamat Fikram Salim dan Faris Bobero

"untuk melihat sejauh mana, proses penangan kasus ini di Kepolisian, "jelasnya.

Seraya berharap, tak ada lagi kekerasan yang harus dialami insan pers, ketika melakukan kerja-kerja jusnalistik.

"Kasus ini menjadi pelajaran, agar semua pihak dan golongan, dapat menghargai tugas kami, "tandasnya mengakhiri. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved