Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Dinas Pendidikan Halmahera Selatan Akan Tambah Volume Belajar Tatap Muka di Program PKBM

Pemkab Halmahera Selatan melalui Dinas Pendidikan akan menambah volume belajar tatap muka, pada program PKBM.

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Nurhidayat Hi Gani
PROGRAM: Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Saifun Radjulan ketika menjelaskan terkait PKBM, Selasa (8/11/2022). Di mana ia menyebut akan ada penambahan volume belajar tatap muka di tahun depan. 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Sepanjang tahun ini, Dinas Pendidikan Halmahera Selatan mencatat.

Partisipasi masyarakat putus sekolah, untuk lanjutkan pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), di Halmahera Selatan cukup signifikan.

Itu berdasarkan data siswa PKBM paket A, B dan C tahun 2022 di Halmahera Selatan. Di mana, gabungan dari keseluruhan paket tersebut.

Terdapat 1216 siswa dari 39 PKBM, yang tersebar di wilayah Halmahera Selatan, dengan jumlah tenaga pendidik 284 orang.

Baca juga: Kajari Halmahera Selatan Pastikan Proses Hukum Pihak Lain, Dalam Kasus Korupsi ADD Marabose

Ribuan siswa tersebut mengikuti ujian sekolah tingkat SD, SMP dan SMA untuk mendapatkan Ijazah paket A, B dan C.

Kepada tribunternate.com, Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, Safiun Radjulan mengungkapkan

Bakal ada perbaikan data siswa dan pengelolan PKBM, baik sisi updating data siswa, maupun penambahan volume belajar tatap muka.

Yang mana hal itu, akan dilakukan Dinas Pendidikan Halmahera Selatan, pada 2023 nanti.

"Misalnya di tahun-tahun sebelumnya ini satu bulan sekali belajar tatap muka, kita akan berupaya menambah volume tatap muka,"

"Sehingga siswa yang direkrut dan mengikuti ujian itu benar-benar mengikuti kompetensi dengan kelulusan yang baik, "katanya kepada TribunTernate.com, Selasa (8/7/2022).

Saifun menegaskan, pihaknya tidak menginginkan cara pikir orang-orang putus sekolah yang ikut PKBM hanya untuk mendapatkan ijazah.

Sebab PKBM bukan hanya tempat untuk mendaptkan ijazah. Tetapi lebih dari itu, yakni mendidik orang-orang putus sekolah agar punya pengetahuan.

"Karena PKBM juga dituntut untuk melaksanakan pembelajaran. Sehingga teman-teman yang putus sekolah dan masuk ke PKBM."

"Itu betul-betul memiliki pengetahuan, sehingga pada saat ujian mereka benar-benar paham dengan soal ujian dan hasilnya baik, "terangnya.

Saifiun menjelaskan, PKBM merupakan program pemerintah yang memberi kesempatan terhadap orang-orang yang putus sekolah, untuk kembali bersekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved