Sabtu, 16 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Resesi 2023

Jadikan Krisis Peluang, Bos Sido Muncul Ungkap 3 Tips Hadapi Resesi: Pertama, Nggak Utang di Bank

Bermodal nekat dan memanfaatkan peluang yang ada, Bos Sido Muncul berhasil memanfaatkan krisis pada tahun 1998 silam menjadi momen yang menguntungkan.

Tayang:
Youtube/Prof. Rhenald Kasali
Irwan Hidayat selaku Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyampaikan caranya menghadapi krisis. Ditayangkan di YouTube Prof. Rhenald Kasali, Kamis (10/11/2022). 

TRIBUNTERNATE.COM - Resesi dan krisis ekonomi tidak selalu memiliki dampak buruk.

Tergantung cara menghadapinya, momen-momen genting seperti krisis justru dapat diubah menjadi peluang yang menguntungkan.

Dikutip dari YouTube Prof. Rhenald Kasali, Kamis (10/11/2022), hal ini dialami sendiri oleh Irwan Hidayat selaku Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Irwan awalnya menceritakan bagaimana Sido Muncul di tengah pandemi Covid-19 kemarin justru meresmikan Hotel Tentrem di Semarang, Jawa Tengah pada 13 Agustus 2020.

Irwan bercerita, keputusan meresmikan hotel ini sempat diperdebatkan dalam internal Sido Muncul.

"Tapi kita mikir ya sudahlah, life must go on, hidup harus berjalan," ujar Irwan.

Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Sebut KTT G20 di Bali Bisa Jadi Solusi Hadapi Ancaman Resesi Global 2023

Baca juga: Bossman Mardigu Ingatkan Jangan Tergiur Aset hingga Saham Murah saat Resesi 2023 Mengancam

Baca juga: Sandiaga Uno Beri Tips untuk Anak Muda yang Ingin Mulai Usaha di Tengah Ancaman Resesi Global 2023

Irwan melanjutkan, keputusannya itu juga diambil berdasarkan pengalamannya pada saat menghadapi krisis tahun 1998 silam.

Seperti yang diketahui, saat krisis tahun 1998, bunga bank begitu tinggi karena tingginya tingkat inflasi.

Menurut pengakuan Irwan, saat itu Sido Muncul memiliki uang sebesar Rp15 miliar.

Namun Sido Muncul justru memutuskan untuk membangun pabrik sebesar 1,8 hektar.

Irwan bercerita, saat itu keputusan Sido Muncul membangun pabrik mengundang tanya dari internal perusahaan yang heran mengapa uang miliaran rupiah tersebut tidak ditabung di bank saja.

"Tapi ya kita mikir jalan terus saja," kata Irwan.

"Kebetulan waktu krisisnya selesai, sebagai perusahaan jamu, kami yang paling siap," tambahnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Sebut 97 Persen Analis Keuangan Dunia Yakin Indonesia Tak akan Alami Resesi

Baca juga: Hadapi Resesi 2023, Menkeu Sri Mulyani Tegaskan Bantuan Sosial Masih Tetap Diberikan

Baca juga: Moeldoko Sarankan Masyarakat Belanjakan Uang untuk Hadapi Ancaman Resesi Global 2023

Irwan menerangkan, dirinya dan keluarganya sebenarnya tidak begitu memahami soal keuangan, resesi dan teori-teori ekonomi.

Namun Irwan menyimpulkan ada tiga hal yang dapat diambil menjadi pelajaran.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved