Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Dinas Sosial Mengklaim, Angka Kemiskinan di Halmahera Selatan Capai 14, 721 Ribu

Data Dinas Sosial Halmahera Selatan menunjukkan, angka kemiskinan mencapai 14, 721 ribu jiwa.

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Nurhidayat Hi Gani
PROGRAM: Kepala Dinas Sosial Halmahera Selatan, Amar Thalib saat memberikan keterangan, Senin (26/12/2022). Di mana ia mengatakan, angka kemiskinan capai 14, 721 ribu Kepala Keluarga. 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Kepala Dinas Sosial Halmahera Selatan, Amar Thalib menjelaskan.

Angka kemiskinan di Halmahera Selatan, sepanjang 2022 mencapai 14,721 ribu Kepala Keluarga.

Jumlah tersebut berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), di Halmahera Selatan.

Untuk penerima bantuan sosial, dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca juga: Kodim 1509 Labuha Dukung Pencabutan Izin Pengelolaan Kepulauan Widi di Halmahera Selatan

Dan Bantuan Penerima Manfaat Non Tunai (BNPT) dari Kementerian Sosial RI.

Di mana untuk penerima bantuan PKH diketahui tercatat sebanyak 4,564 ribu.

Sedangakan penerima BNPT, sebanyak 9,707 ribu. Sehingga jika ditotalkan, mencapai 14,721 ribu KK.

"Antara warga penerima bantuan PKH dan BNPT, kategori kemiskinanya dikualifikasi berbeda."

"Yang berhak menerima PKH, taraf kehidupannya di bawah dari orang-orang penerima BNPT, tapi itu semua kategori miskin."

"Jadi penerima BNPT, dia lebih di atas dari penerima PKH. Karena PKH itu dia kategori orang yang sangat tidak mampu "katanya, Senin (26/12/2022).

Menurutnya, Pemkab Halmahera Selatan sejauh ini sangat memperhatikan warga, yang masuk kategori tidak mampu.

Oleh karena itu, masyarakat kurang mampu di Halmahera Selatan, akan diselidiki semaksimal mungkin, untuk dimasukkan ke dalam program bantuan dari Kemensos RI.

"Jadi mereka bisa terima program itu, baik dana dari BNPT dan PKH, "tukasnya.

Lebih lanjut, di 2023 nanti, pihaknya  akan melakukan pendataan warga, yang masuk kategori kemiskinan ekstrim.

Yaitu dengan melihat berbagai kekurangan setiap keluarga, baik dari sisi penghasilan, kondisi rumah, saluran air bersih maupun listrik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved