Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

2 Bocah Nyaris Diculik setelah Pulang Ngaji, Untung Korban Bisa Teriak hingga Ketahuan Warga

Salah satu anak berinsial S (7) asal Desa Berundung, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan nyaris menjadi korban penculikan anak.

Editor: Ifa Nabila
Imago Images/Imagebroker via dw.com
Ilustrasi kekerasan pada anak. Aksi percobaan penculikan terjadi di Lampung Selatan, Lampung. 

Lanjut, korban menjelaskan pria di dalam mobil tersebut memakai topeng berwarna hitam, ditutup sampai bagian kepala.

Terus di kantong celana belakang ada gunting sama pisau.

Saat dipaksa masuk ke dalam mobil, korban mengatakan dirinya melawan dengan cara menggigit tangan laki-laki yang ada di dalam mobil tersebut.

Sambil terus mengaitkan kakinya dengan kayuhan sepeda yang dikendarai.

"Aku gigit tangannya yang kanan terus aku ngebut naik sepeda ketemu om-om yang lewat naik motor. Katanya sana pulang nanti kamu diculik, mobilnya langsung muter balik langsung belok ke perumahan," kata korban.

Sementara MR ibu korban mengaku sangat khawatir dengan peristiwa yang diceritakan sang anak.

Sebab, kejadian serupa juga pernah menimpa anak rekannya beberapa waktu lalu.

"Ya pasti takut, soalnya belum lama kemarin ibunya (R) juga cerita kalau anaknya mau diculik sepulang sekolah sama bapak-bapak pakai mobil hitam," katanya.

"Tapi tempatnya beda, kalau kata anak saya mau diculik di tanjakan dekat kali (sungai) itu, kalau R di dekat rumah geribik atas," kata MR.

Kekhawatiran ibu korban memuncak setelah Z menjadi pendiam dan mengatakan tidak mau sekolah karena takut peristiwa serupa terulang.

"Biasanya setelah sampai rumah anak saya ganti baju langsung main lagi. Setelah peristiwa kemarin anak saya jadi pendiam dan di rumah saja, nggak seperti biasanya," katanya

"Saya juga bilang bagus di rumah saja karena banyak berita anak-anak diculik. Setelah saya ngomong begitu ke Z, dia akhirnya cerita. Iya bu Z juga tadi mau diculik, gitu kata anak saya," ujarnya.

Setelah peristiwa tersebut, ibu Z meminta kepada seluruh orang tua, perangkat desa, dan pihak sekolah untuk lebih waspada.

Ia berharap kejadian serupa tak terulang.

"Ibu guru yang disekolah juga minta tolong banget, kalau sekiranya anak-anak pulang sekolah dilihatin yang jemput itu orang tua murid atau bukan," katanya.

"Kalau ada yang mencurigakan langsung lapor ke perangkat desa supaya ada keamanan bagi anak-anak," jelasnya.

(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)

 

Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Penculikan Anak Teror Warga Lampung Selatan, 2 Bocah Nyaris Diambil Gagal Karena Teriak

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved