Minggu, 10 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gempa Turki dan Suriah: Pesawat Israel dan Iran Parkir Berdampingan, Rusia dan Ukraina Bantu Bersama

Gempa yang mengguncang Turki dan Suriah menyita perhatian dunia. Berbagai negara berbondong-bondong membantu Turki dan Suriah.

Tayang:
Editor: Ifa Nabila
AFP/OMAR HAJ KADOUR
Pemandangan dari udara ini menunjukkan penduduk mencari korban dan penyintas di tengah puing-puing bangunan yang runtuh setelah gempa bumi di desa Besnia dekat Harim, di provinsi Idlib barat laut yang dikuasai pemberontak Suriah di perbatasan dengan Turki, pada 6 Februari 2022. 

Pesawat United Hatzalah, membawa 25 personel tanggap darurat dan 10 ton bantuan medis dan kemanusiaan, meluncur ke slot di bandara Gaziantep.

Tempat parkir menempatkan pesawat Israel tepat di sebelah pesawat militer Iran.

Iran juga sedang dalam misi kemanusiaan terkait gempa.

Tampak bendera Iran tergambar di bagian sayap pesawat.

Kedua negara mengesampingkan perbedaan untuk membantu Turki.

Terdapat pula McDonnell Douglas/Boeing C-17 Globemaster III dari angkatan udara Qatar.

Sementara itu hubungan Qatar dengan Israel juga tidak baik.

Sama seperti Iran, Qatar juga memiliki sejarah diplomatik yang sangat tegang dengan Negara Yahudi.

Dikutip dari Jpost, seorang anggota tim United Hatzalah mengatakan bahwa tidak jarang dalam misi seperti itu orang-orang yang mungkin menjadi musuh akan bekerja di bidang yang sama untuk tujuan yang sama - menyelamatkan nyawa manusia.

Rusia dan Ukraina Segera Kirim Bantuan ke Turki dan Suriah

Rusia dan Ukraina termasuk di antara negara-negara yang segera mengirim penyelamat dan bantuan lainnya setelah gempa kuat melanda Turki dan Suriah pada dini hari tanggal 6 Februari.

Lebih dari 4.000 orang tewas di kedua negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan Kyiv siap mengirim sekelompok besar pekerja penyelamat ke Turki bahkan saat negara itu berjuang untuk mengusir pasukan Rusia yang menyerang.

"Kami bekerja sama dengan pihak Turki untuk mengoordinasikan penempatan mereka," kata Kuleba di Twitter.

Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, juga berjanji untuk mengirim penyelamat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved