Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Bupati Halmahera Selatan Minta Jaksa dan Polisi, Usut Dugaan Money Laundering yang Libatkan Kades

Bupati Halmahera Selatan minta Jaksa dan Polisi, usut dugaan money laundering yang libatkan Kades

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Nurhidayat Hi Gani
USUT TUNTAS: Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik ketika bersalaman dengan salah satu Kades yang baru dilantik, Selasa (14/2/2023). Di mana dia bakal meminta Polisi dan Jaksa untuk mengusut dugaan pencucian uang, yang melibatkan sejumlah oknum Kades. 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik meminta Polisi dan Jaksa.

Untuk mengusut dugaan Money Laundering, yang libatkan sejumlah Kades di Halmahera Selatan.

"Secepatnya saya akan bicara dengan Pak Kapolres dan Pak Kajari, "katanya, Selasa (14/2/2023).

Kendati begitu, Usman Sidik belum menyebut nama, sejumlah oknum Kades tersebut.

Baca juga: Bupati Halmahera Selatan Kembali Ingatkan Kades Soal Penyaluran BLT: Saya Tak Suka Hak Orang Dimakan

Namun menurutnya, duugaan Money Laundering ini, buntut dari pinjaman uang.

Yang dilakukan oknum Kades, ke pengusaha dengan bunga sebesar 40 persen.

Bahkan ada oknum Kades, yang didatangi pemodal untuk menagih hutang di Bank, saat Dana Desa (DD) dalam proses pencairan.

"Baru berhutang cuma kegiatan foya-foya, bukan kegiatan pembangunan di desa."

"Ini yang baru dilantik, jangan coba-coba bikin, ada yang berani nanti lihat, "tegasnya.

Untuk memperketat pencairan DD, Usman Sidik akan terbitkan Perbup, tentang pencairan DD.

Di mana setiap pencairan, bukan hanya ada tandatangan Kades.

Melainkan juga Bendahara Desa, dan disaksikan Badan Permusyawaratan Desa atau BPD.

"Tapi kalau Kades masih berkonspirasi dengan BPD, maka itu akan terima nasib, "tukasnya.

Terkait kasus ini, ia tidak pandang bulu, kana akan menindak Kades yang terbukti.

Baca juga: Gegara Kasus Dugaan Asusila, Cakades Terpilih Desa Liaro Tak Dilantik Bupati Halmahera Selatan

Lakukan penyelewengan DD. Sebab sebagian besar desa-desa, masuk kategori tertinggal.

"Saya punya sudara sendiri pun saya tindak, saya tidak mengenal itu siapa."

"Makanya sekali saya ingatkan, kalau umur masih panjang, jangan pakai uang rakyat, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved