Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Hampir Sepekan Pasca-Tanah Longsor di Natuna: Tercatat Ada 46 Korban Tewas, 8 Orang Hilang

Satu pekan telah berlalu sejak bencana alam tanah longsor terjadi di Serasan, Kabupaten Natuna pada Senin (6/3/2023) lalu.

BNPB
Longsor terjadi di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna Senin (6/3/2023) disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi. Sudah ada 10 korban meninggal yang ditemukan. Namun, pada Senin malam, jumlah korban jiwa bertambah menjadi 15 orang. 

"Betul, longsor lagi di Serasan. Informasinya ada korban jiwa. Tapi belum tahu pasti berapa jumlahnya karena jaringan sedang gangguan," ungkapnya, Senin (6/3/2023), dikutip dari TribunBatam.id.

Kondisi terkini longsor di Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Senin (6/3/2023). Sebanyak 15 orang meninggal akibat longsor yang terjadi di Natuna hingga Senin (6/3/2023) malam.
Kondisi terkini longsor di Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, Senin (6/3/2023). Sebanyak 15 orang meninggal akibat longsor yang terjadi di Natuna hingga Senin (6/3/2023) malam. (Istimewa via TribunBatam.id)

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Pusdalops PB dan Logistik BPBD Provinsi Kepulauan Riau, Junainah menyatakan saat ini ada 10 warga yang ditemukan meninggal tertimpa longsor.

Menurutnya jumlah ini bisa bertambah karena proses evakuasi masih dilakukan.

"Baru perkiraan. Kemungkinan data dapat berubah-ubah. Informasi terakhir tadi memang sudah ada kantong jenazah sebanyak 10 kantong yang sudah terisi," terangnya dikutip dari siaran pers BNPB.

Selain intensitas hujan yang tinggi, bencana longsor ini diakibatkan kondisi tanah di Serasan yang labil.

Proses evakuasi terhadap warga yang dikabarkan hilang masih dilakukan.

Junainah menjelaskan proses evakuasi terkendala cuaca dan sulitnya akses komunikasi karena jaringan telekomunikasi yang terputus.

Terputusnya jaringan juga mengakibatkan pendataan warga yang hilang dan jumlah korban meninggal belum dapat dilakukan secara maksimal.

Longsor terjadi di Serasan Natuna disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi. Hingga saat ini sudah ada 10 korban meninggal dunia yang ditemukan.

"Cuaca berubah-ubah. Angin masih kencang. Ombak sedang tinggi. Lokasi berada di beda pulau dari pusat pemerintahan Kabupaten Natuna. BPBD Provinsi tetap standby," paparnya.

Sejumlah tim diterjunkan untuk melakukan evakuasi korban longsor, mulai dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri hingga relawan.

"Sekarang masih evakuasi. Semua unsur mulai dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan relawan masih proses evakuasi. Jaringan terputus sehingga laporan terbaru," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bencana Longsor Natuna: 46 Korban Meninggal Dunia, 8 Orang Masih Hilang

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved