Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Gemasuba Halmahera Selatan Respons Baik Usulan Oesman Sjah dan Boki Fatimah Sebagai Pahlawan

Generasi Keultanan Bacan (Gemasub) Halmahera Selatan, merespons baik rencana sejumlah komunitas literasi untuk mendorong Sultan Bacan ke-18

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
Ketua Gemasuba Halmahera Selatan, M Husni Salim. 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Generasi Keultanan Bacan (Gemasub) Halmahera Selatan, merespons baik rencana sejumlah komunitas literasi untuk mendorong Sultan Bacan ke-18, Oesman Sjah dan Boki Fatimah sebagai pahlawan nasional Indonesia.

“Alhamdulillah selain merasa bangga dengan hadirnya komunitas Babaca yang membangkitkan semangat literasi di Halmahera Selatan, kami juga bahagia dan seolah mendapat sokongan energi baru,”

“Terkait pengusulan yang mulia Sultan Oesman Sjah dan Boki Fatimah sebagai pahlawan nasonal,” kata Ketua Gemasuba Halmahera Selatan, M Husni Muslim, Minggu (16/4/2023).

Menurut M Husni, sejak pengurus Gemasuba dilantik Sultan Bacan pada Maret 2018 lalu, hingga saat ini Gemasuba Halmahera Selatan benar-benar khusyuk menjalankan berbagai macam program yang mengangkat kembali khazanah kesejarahan dan kebudayaan kesultanan Bacan.

Program itu diantaranya mengusulkan Sultan Oesman Sjah dan adiknya Princes Van Kasiruta atau Boki Fatimah sebagai pahlawan nasional. Bahkan Gemasuba Halmahera Selatan telah menyurati berbagai pihak yang berwewenang terkait ihwal usulan tersebut.

“Alhamdulillah meski belum di akui sebagai pahlawan nasional, namun tempat peristirahatan terakhir atau Jeret keduanya (Suktan Oesman Sjah dan Boki Fatimah) telah ditempatkan Juru Pelihara (JUPEL) oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya Maluku Utara sejak 2019 lalu,” jelasnya.

Baca juga: GAMKI Halmahera Selatan: Semua Bertanggung Jawab Terhadap Aktivitas Pertambangan di Maluku Utara

M Husni juga mengatakan, spirit pengusulan kedua tokoh ini sebagai pahlawan, tersampaikan juga dalam acara pelantikan Persataun Wartawan Indonesia (PWI) Halmahera Selatan pada 2018 lalu di Lapangan Merdeka Labuha.

“Kebutulan saat itu Ompu Datuk Alolong dan segenap pejabat teras Kesultanan Bacan berhalangan, maka saya diamanahkan untuk menyampaikan sambutan yang mulia Sultan Bacan,”

“Sambutan itu didalamnya mengurai perjalanan gerakan Pers di Bacan hingga hadirnya Medan Prijaji dengan sokongan dana dari Sultan Bacan ke 18 itu,” katanya.

M Husni merasa bersyukur atas sokongan energi segar dari para penggagas event Babac di Halmahera Selatan yang mendorong Sultan Oesman Sjah dan Boki Fatimah sebagai pahlawan nasional.

“Namun demi kepentingan literasi, maka perlu diluruskan juga bahwa ayah dari yang mulia Sultan Oesman Sadik (setelah dilantik namanya menjadi Oesman Sjah) dan Boki Fatimah bernama Almarhum Sultan Muhammad Shadiq (1862-1889),” pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved