Kasus Pembangunan Masjid Raya Halmahera Selatan 2017 Terkendala Audit BPKP
Dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Halmahera Selatan terkendala audit BPKP, karenanya Jaksa tak bisa tetapkan siapa tersangkanya
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Terpisah, Aspidsus Kejati Maluku Utara, Ardian saat dikonfirmasi terpisah menyatakan.
Untuk kasus dugaan, korupsi pembangunan Masjid Raya Halmahera Selatan.
Pihaknya masih menunggu penghitungan kerugian negara, dari BPKP Maluku Utara.
Adrian menyampaikan, permintaan untuk penghitungan tersebut soal dugaan korupsi, anggran pembangunan.
Sudah diminta sebelum dirinya, menjabat sebagai Aspidsus.
"Permintaan itu sudah lama, dan itu oleh pejabat sebelum saya, "katanya.
Lebih lanjut kata Ardian, proses penghitungan di BPKP tergolong lambat, karena pihaknya baru menerima.
Keterangan ahli konstruksi dari Universitas Khairun atau Unkhair Ternate.
Di mana jika penghitungan kerugian negara tersebut, sudah diterima dari BPKP.
Maka pihaknya akan melakukan gelar, untuk menetapkan tersangka.
"Kalau sudah ada, kita langsung gelar untuk penetapan tersangkanya, "tegasnya.
Terpisah, Koordinator Pengawasan Bidang Investigasi BPKP Maluku Utara, Her Notoraharjo menyampaikan.
Kasus Masjid Raya Halmahera Selatan belum di audit, karena tim sedang melakukan.
Penelaahan kecukupan bukti-bukti pendukung, untuk penghitungan kerugian keuangan negara.
Diketahui, kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Halmahera Selatan, ditingkatkan ke tahap penyidikan.
korupsi
Kejati Maluku Utara
Ardian
Her Notoraharjo
Nurul Mulyani
Halmahera Selatan
Maluku Utara
Tribun Ternate
Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe Cermati Anggaran dan Realisasi Kinerja Bappeda |
![]() |
---|
Pimpin Rapat Ketahanan Pangan, Wagub Malut Sarbin Sehe Tekankan Pentingnya CPP di Kabupaten/Kota |
![]() |
---|
Buka Rakor UKPBJ, Kepala BPBJ Malut Hairil Hi Hukum Ingatkan Pentingnya Kolaborasi Antar Daerah |
![]() |
---|
Fakta Temuan Potongan Kaki Manusia di Ternate: Bukan Tindakan Kriminal, Ini Asal Usulnya |
![]() |
---|
Hadiri Konferensi PGME, Ahmad Laiman Dorong Pemenuhan Dokter Spesialis untuk Tidore |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.