Pansus Datangi BPJS karena Ragukan Nilai Hutang RSUD Chasan Boesoirie Ternate
Pansus Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah tahun 2022, mendatangi BPJS Ternate., Senin (8/5/2023).
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI-Pansus Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah tahun 2022, mendatangi BPJS Ternate., Senin (8/5/2023).
Kedatangan Pansus tersebut diketuai Ishak Naser untuk memastikan angka pasti hutang RSUD Chasan Boesoirie (CB) ke BPJS Ternate.
"Jadi tujuan kita ke BPJS ingin mengetahui berapa besar total hutang ke RSUD CB ke BPJS, karena kita masih ragukan angka hutang itu," ucap dia.
"Apalagi kita sudah mengecek pengelolaan keuangan di RSUD CB itu belum mengikuti standar akuntansi pemerintah," sambungnya.
Menurut dia, dari semua itulah mengakibatkan mismenejemen keuangan, sehingga berpengaruh pada pelayanan.
Pihaknya juga mencotohkan, kenapa hutang obat-obatan bisa ada, padahal pihak BPJS sudah mengetahui tiap bulan sebesar Rp 10 miliar total klaim yang diajukan RSUD CB.
"Bahkan sebelum ajukan dari RSUD terhitung Oktober 2022 itu, BPJS sudah ambil kebijakan membayar uang muka sebesar Rp 6 miliar sebelum adanya klaim," ujarnya.
Lanjut dia, makanya secara logika pasti tak ada keterlambatan pembayaran keuangan di RSUD terkait pelayanan, karena anggaran selalu disediakan.
Meski anggaran tersebut dari Pemprov yang sering terlambat ke RSUD, namun yang dari BPJS tak pernah terlambat.
Baca juga: Besok, Kemenag Halmahera Selatan Adakan Manasik Haji, Mizna: Bupati Langsung yang Buka
Pihaknya juga meminta BPJS untuk memberikan data detail soal total berapa besar klaim yang dimasukkan RSUD.
Karena total klaim ini tak selamanya semua harus dibayar, karena yang dibayar itu sesuai verifikasi untuk memenuhi syarat dibayarkan klaimnya.
"Jadi selama ini juga pihak RSUD tak pernah berikan penjelasan seperti ini, sehingga bukan kami curiga dan jangan sampai apa yang ditolak pembayaran klaim dari BPJS itu yang RSUD pakai untuk jadikan hutang," tandasnya.
"Kami akan ltelusuri sehingga tak terjadi penyalahgunaan satu dengan lain. Karena dengan kondisi saat ini sebenarnya akar permasalahan itu dimana. Jika sudah dikantongi maka akan terungkap,"katanya.
Sementara, Wakil Ketua Pansus LKPJ Gubernur Maluku Utara tahun 2022, Husni Bopeng menyatakan bakal melakukan penyamaan data dengan pihak RSUD CB Ternate.
"Jadi sehari dua kita akan jadwalkan rapat dengan RSUD dan BPJS, untuk samakan persepsi dan data terkait hutang BPJS dan obat-obatan ke Farmasi," tutupnya. (*)
Polres Halmahera Selatan Terima Laporan Pencemaran Nama Baik, Seret 2 Pengurus KNPI |
![]() |
---|
Plang Buang Sampah Pada Tempatnya di Kecamatan Kota Maba Halmahera Timur Hanya Pajangan |
![]() |
---|
Pedagang Ikan di Pasar Labuha Halmahera Selatan Masih Kena Pungutan Meski Pakai Lapak Sendiri |
![]() |
---|
Satpol PP Halmahera Selatan Janji Tertibkan Kafe BL 3, Irvan: Kami Nonaktifkan |
![]() |
---|
Anggota DPRD Tidore Sarmin Mustari Buka Sebagian Gajinya untuk Insentif Ketua RT/RW dan LPM |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.