Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Balita 2 Tahun Tewas Penuh Luka Dianiaya Ayah dan Ibu Asuh, gegara Korban Sering Minum Sambil Tidur

Nasib nahas menimpa seorang balita berinisial F (2) di Sidoarjo, Jawa Timur. Balita itu tewas dianiaya oleh ayah dan ibu asuhnya di Sukodono.

Editor: Ifa Nabila
Unsplash/fengo
ILUSTRASI Bayi. Nasib nahas menimpa seorang balita berinisial F (2) di Sidoarjo, Jawa Timur. Balita itu tewas dianiaya oleh ayah dan ibu asuhnya di Sukodono. 

TRIBUNTERNATE.COM - Nasib nahas menimpa seorang balita berinisial F (2) di Sidoarjo, Jawa Timur.

Balita itu tewas dianiaya oleh ayah dan ibu asuhnya di Sukodono.

Kematian tak wajar balita itu berawal dari ketua RT yang menolak korban dimakamkan di wilayahnya karena bukan warga, Minggu (28/5/2023).

Baca juga: Brondong Bunuh Ibu Rumah Tangga, Sempat Berhubungan di Musala, Pelaku Juga Ikut Tahlilan Korban

Ketua RT juga sempat curiga karena jasad korban penuh dengan luka lebam.

Kasus kematian balita tersebut dilaporkan ke Polsek Sukodono.

Petugas kepolisian kemudian menuju rumah orang tua asuh korban untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah proses penyelidikan dilakukan, polisi menetapkan orang tua asuh korban sebagai tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Pasangan suami istri tersebut bernama Bambang Suprijono (48) dan istrinya Sriyati Indayani (43), merupakan warga Surabaya yang tinggal Sidoarjo.

Korban masih memiliki orang tua kandung yang saat ini tinggal di Jakarta.

Sejak bulan Agustus 2022, orang tua kandung korban menitipkan anaknya kepada kedua tersangka yang tinggal di sebuah indekos.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan tangan kosong hingga benda tumpul.

"Pelaku ini sering memukul kepala korban yang masih balita karena kesal, alasanya karena sering buang air sembarangan dan minum sambil tidur," paparnya, Kamis (1/6/2023), dikutip dari Surya.co.id.

Sejumlah barang bukti diamankan dalam kasus ini mulai dari gayung, sapu lidi, selang air sepanjang 1 meter dan sikat mandi.

"Dari hasil autopsi terungkap ada beberapa luka luar maupun dalam seperti luka di kepala, punggung, perut dan tungkai."

"Korban meninggal dunia diduga karena pendarahan yang ada di kepala," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved