Masih Buron, Pecundangnya Wali Murid yang Ketapel Mata Guru SMAN 7 Rejang Lebong Hingga Buta
Wali murid yang melakukan kekerasan terhadap guru pendidikan jasmani (penjas) SMAN 7 Rejang Lebong Bengkulu hingga saat ini masih buron.
Karena dari hasil pemeriksaan, luka yang dialami mata kanannya sangat berat sehingga sudah tidak berfungsi lagi.
Selain itu, ia juga mengaku bahwa ayahnya kemungkinan mengalami kebutaan permanen didua mata. Mengingat saat ini mata kiri ayahnya telah mengalami katarak.
"Mata kiri sudah kabur karena katarak, mata kanan ini yang normal sebelumnya, tapi sekarang kanannya sudah diangkat, jadi ada kemungkinan buta dua-duanya mas," beber Ilham.
Kondisi Zuharman
Guru Zaharman saat ini sedang fokus untuk memulihkan diri dari luka setelah operasi pada Selasa (1/8/2023).
Selanjutnya, Zaharman akan dirujuk ke rumah sakit di Palembang untuk menjalani perawatan lanjutan.
"Alhamdulillah bang, masih proses pemulihan, kondisinya berangsur membaik," kata anak Zaharman, Ilham Mubdi ke TribunBengkulu.com.
Ilham mengatakan, sang ayah memang rencananya akan dirujuk ke Palembang. Namun hal itu baru akan dilakukan setelah luka operasinya sembuh.
Dokter juga memang sudah menyampaikan, ayahnya harus fokus dahulu dengan pemulihan luka dan fokus meneteskan obat mata 4 jam sekali.
Untuk luka sendiri, memang butuh waktu untuk pemulihan dibandingkan luka biasanya. Itu disebabkan karena sang ayah juga diketahui mengidap penyakit diabetes atau gula darah.
"Karena faktor diabetes nya tadi bang, jadi pemulihan luka lama. Sekarang nunggu luka operasinya sembuh baru dirujuk ke Palembang," papar Ilham.
Tak hanya itu saja, Ilham juga menuturkan kondisi ayahnya saat ini sudah mulai membaik.
Bahkan sang ayah sudah bisa berbicara dan mulai menggerak-gerakkan tubuhnya.
Sebelumnya, sang ayah banyak diam dan terbaring lemas di atas kasur pasien Rumah Sakit Ar Bunda Lubuk Linggau.
Hanya saja, mata sebelah kanannya sudah tidak bisa melihat lagi karena sudah diangkat.
"Mohon doanya untuk kesembuhan ayah saya," ucap Ilham.
Kepala Sekolah Menyesal
Dilansir TribunBengkulu.com, sejumlah guru di sekolah Zaharman mengaku sedih dan trauma atas kejadian yang menimpa Zaharman.
Kepala sekolah beserta guru lainnya ini berharap mata rekannya itu bisa dikembalikan seperti semula.
"Bener mas, kasihan teman dan rekan saya ini, matanya buta, kita berharap itu bisa dikembalikan kayak semula mas," kata Kepala Sekolah SMAN 7 Rejang Lebong Bengkulu, Riswanto.
Riswanto juga mengaku sangat menyesal karena saat kejadian tidak dapat melindungi rekannya itu.
Ia juga sama sekali tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut karena berlangsung sangat cepat sekali.
Riswanto baru mengetahui bahwa rekannya ini mengalami peristiwa tragis setelah para siswa berteriak.
"Itu kejadiannya cepat sekali, tiba-tiba guru saya ini sudah terduduk dan berdarah matanya. Saya sangat menyesal mas, sebagai kepsek seharusnya saya bisa melindunginya," lanjutnya.
Riswanto berharap agar pelakunya bisa mendapatkan hukuman berat dan ada solusi agar mata Zaharman bisa kembali normal seperti sediakala.
"Saya minta itu mas, minta dia kembali seperti semula, sehat seperti awalnya. Saya minta pelaku ini mengembalikan matanya mas," harap Riswanto.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul INI SOSOK Wali Murid yang Ketapel Guru Zaharman hingga Buta: Naik Darah Diadu Anak, Kini Jadi Buron
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/zaharman-dkmd.jpg)