Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulau Taliabu

Dinas Kesehatan Pulau Taliabu Gelar Assesmen Eredikasi Frambusia

Salim Ganiru mewakili Bupati Aliong Mus membuka kegiatan Assesmen Eredikasi Frambusia, bertempat di kedai coffee Liang Haya

Penulis: Laode Havidl | Editor: Mufrid Tawary
Tribunternate.com
KEGIATAN: Sekda Pulau Taliabu, Dr Salim Ganiru, Kepala Dinas Kesehatan Pulau Taliabu, Kuraisia Marasaoli dan Asisten 1, Syukur Boeroe, duduk bersama. 

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Sekertaris Daerah Pulau Taliabu, Dr Salim Ganiru mewakili Bupati Aliong Mus membuka kegiatan Assesmen Eredikasi Frambusia, bertempat di kedai coffee Liang Haya, Rabu (3/1/2024).

Pada kesempatan itu, Salim menyampaikan, Frambusia merupakan penyakit tropis.

Sejauh  ini, frambusia termasuk dalam kategori penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Disiase).

Frambusia sendiri dapat menyerang mereka kurang memiliki perilaku hidup bersih dan sehat.

Terutama jauh dari akses air bersih dan sanitasi dasar.

Baca juga: DIPA Polres Pulau Taliabu Tahun 2024 Sebesar Rp 1,6 Miliar

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 469 tahun 2017 lalu.

Terdapat 79 Kabupaten/kota endemis frambusia yang tersebar di 18 Provinsi se Indonesia.

“Khusus di Provinsi Maluku Utara, pada tahun 2022 terdapat 5 Kabupaten, termasuk Kabupaten Pulau Taliabu, dengan kategori non endemis,”jelas Salim.

Pada tahun 2022, ada 2 suspek frambusia terjadi di wilayah kerja Puskesmas Pencado.

Sehingga pada awal Maret 2023 kemarin, pengelola frambusia dan Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Maluku Utara, turun ke Desa Pencado, Kecamatan Taliabu Selatan.

Dalam rangka untuk memverifikasi suspek frambusia ada di desa tersebut.

"Namun setelah melakukan verifikasi, hasilnya negatif," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved