Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

BKKBN Malut

86 PIKR Ternate Terima Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia

Maluku Utara mendapatkan target untuk mengedukasi gisi dan pencegahan anemia sebanyak 86 Pusat Informasi.

Editor: Munawir Taoeda
86 PIKR Ternate Terima Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia - Workshop-Edukasi-Gizi-dan-Pencegahan-Anemia-tingkat-KabupatenKota-yang-diinisiasi-BKKBN-Malut.jpg
Dok Humas BKKBN Maluku Utara
PROGRAM: Pemateri pada Workshop Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia tingkat Kabupaten/Kota yang diinisiasi BKKBN Maluku Utara
86 PIKR Ternate Terima Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia - Workshop-Edukasi-Gizi-dan-Pencegahan-Anemia-yang-diinisiasi-BKKBN-Maluku-Utara.jpg
Dok Humas BKKBN Maluku Utara
PROGRAM: Sesi foto bersama usai Workshop Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia tingkat Kabupaten/Kota yang diinisiasi BKKBN Maluku Utara

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Perwakilan BKKBN Maluku Utara mengadakan Workshop Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia tingkat kabupaten/kota, di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate pada Kamis, (29/02/2024).

Menindaklanjuti Workshop Edukasi Gizi dan Pencegahan Anemia tingkat Provinsi, Maluku Utara mendapatkan target untuk mengedukasi gisi dan pencegahan anemia sebanyak 86 Pusat Informasi.

Dan Konseling Remaja (PIK R) dengan Kota Ternate mendapatkan sasaran terbanyak yaitu 40 PIK R.

Workshop dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan peserta PIK R tentang substansi gizi dan pencegahan anemia pada remaja dalam rangka upaya pencegahan dan penurunan Stunting.

Baca juga: BKKBN-Kemenag-Dikbud: Kolaborasi Turunkan Stunting Sasar Remaja

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Nuryamin, S.TP., M.M dalam sambuatannya menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk mencegah stunting adalah dengan meningkatkan status gizi remaja sebagai calon pasangan pengantin.

"Remaja perlu mendapatkan penguatan kapasitas dan perilaku agar memiliki pemahaman, kesadaran dan perilaku yang positif sehingga memiliki status gizi dan kesehatan yang ideal dan pada saatnya menikah dan hamil tidak memiliki factor risiko melahirkan bayi stunting, "tambah Nuryamin.

Anemia rentan dialami oleh remaja putri, karena siklus menstruasi setiap bulan. Anemia dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan produktivitas.

Anemia pada remaja putri dapat berisiko pada saat hamil dan akan berdampak negative terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

Nuryamin menambahkan, “ anak-anak remaja saat ini harus mempunyai rencana dan persiapan sebagai calon ibu untuk melahirkan anak yang sehat dan bebas dari stunting”.

Sementara Kepala DPPKB Kota Ternate, H. Rajman Makka menyampaikan kepada peserta workhop untuk meyimak kegiatan dengan baik yang nantinya bisa menjadi konselor bagi teman-teman sebayanya di sekolah masing-masing.

Baca juga: Peranan Duta Genre dalam Menginspirasi Pencegahan Stunting Remaja

"Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah stunting dari hulu, "tutup Rajman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara Ansar Djainahu, S.Sos.

Ketua Tim Kerja Ketahan Keluarga dan Pencegahan Stunting (KKPS) Wahyudi, SE., M.Si, PKB/PLKB Kota Ternate dan Peserta Perwakilan PIK R se Kota Ternate. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved