Pemprov Malut
Gandeng Pusdatin dan Bank Maluku-Malut, Pemprov Launching SP2D Online SIPD
Sistem ini hadir berkat kerja sama Pemprov Malut dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Maluku-Malut, serta mendapat dukungan penuh dari Pusdatin
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) meluncurkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online, yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) Republik Indonesia (RI).
Sistem ini hadir berkat kerja sama Pemprov Malut dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Maluku-Malut, serta mendapat dukungan penuh dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Launching berlangsung di Aula Nuku, Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Rabu (17/9/2025).
Baca juga: Keterbatasan SDM Jadi Kendala Utama Program Profil Desa di Maluku Utara
Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Malut, Samsuddin A Kadir mewakili Gubernur Sherly Laos, Direktur Utama Bank Maluku-Malut Syahrisal Imbar, perwakilan Pusdatin Kemendagri, Yanuar, Sekretaris BPKAD Malut Suriani Antarani, serta pimpinan OPD lingkup Pemprov Malut.
Dalam sambutan Sherly Laos yang diwakili Samsuddin menegaskan, penerapan SP2D Online merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 31, yang mewajibkan pemerintah daerah menyediakan informasi daerah dalam satu sistem informasi terpadu.
Menurutnya, kehadiran SP2D Online terintegrasi dengan SIPD RI merupakan langkah strategis untuk mendorong transformasi digital di bidang pengelolaan keuangan daerah.
"SP2D Online ini bukan hanya pembaruan teknologi, tetapi juga wujud komitmen Pemprov Malut dalam menghadirkan tata kelola keuangan daerah yang lebih modern, bersih, transparan, dan akuntabel," ujar Samsuddin.
Ia menambahkan, sistem baru ini memberikan tiga manfaat besar bagi pengelolaan keuangan daerah, yaitu :
1. Cepat, Proses pencairan dana lebih singkat karena sistem sudah berbasis online dan terintegrasi.
2. Transparan, Setiap transaksi terekam dan bisa dipantau secara real-time untuk mencegah penyalahgunaan.
3. Efisien, Mengurangi birokrasi manual, memperkecil risiko keterlambatan, dan mendukung efisiensi administrasi.
"Dengan adanya SP2D Online ini, saya berharap seluruh OPD dapat memanfaatkannya secara maksimal. Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal menuju tata kelola keuangan daerah yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel demi terwujudnya Maluku Utara yang lebih maju," tegas Samsuddin.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar, menilai Maluku Utara bisa menjadi pionir penerapan SP2D Online di kawasan Timur Indonesia.
Ia menuturkan, dengan sistem ini, proses pencairan dana menjadi lebih praktis karena tidak lagi membutuhkan dokumen fisik.
"Kalau Bapak-Ibu bikin SPP, SPF, SP2D, nanti tidak perlu lagi membawa berkas ke kantor. Semuanya langsung ditransfer secara elektronik melalui akun masing-masing. Transparansi pun lebih terbuka, dan proses bisa lebih cepat," jelas Syahrisal.
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos: Alokasi Infrastruktur Minimal 10 Persen atau RAPBD Ditolak! |
|
|---|
| Perkuat Infrastruktur, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Lobi 4 Dirjen Kementerian PU |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah |
|
|---|
| dr Julys Giscard: Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara Masih Tinggi |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Ungkap Penyebab Inflasi: Ombak Tinggi Bikin Harga Ikan Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/launching-malut-sofifi.jpg)