Featival Ela Ela di Ternate
Tradisi Leluhur, Pemkot dan Kesultanan Ternate Sambut Lailatul Qadar dengan Festiva Ela-Ela
Festival Ela-Ela 2024 di Kota Ternate, Maluku Utara merupakan tradisi leluhur ratusan tahun yang melibatkan berbagai etnis dan agama
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman bersama Sultan Ternate Hidayat M Sjah, membakar Lampu Ela-Ela sebagai simbol dimulainya Festival Ela-Ela 2024.
Amatan TribunTernate.com, Lampu Ela-Ela yang terbuat dari batang pohon pisang itu dibakar dipelataran Kedaton Kesultanan Ternate, Sabtu (6/4/2024) malam.
Batang pohon pisang dihiasi pelepah pohon kepala, yang datasnya diletakkan getah pohon damar.
Getah pohon damar sendiri jika dikeringkan, bisa menjadi bahan alternatif pembuat api.
Baca juga: BREAKING NEWS: Festival Ela-Ela di Ternate, Tradisi Leluhur Ratusan Tahun Saat Lailatul Qadar
Untuk Festival Ela-Ela, selalu dilaksanakan dalam menyambut malam Lailatul Qadar, setiap 27 Ramadhan.
Festival yang dilakukan ini adalah tradisi leluhur ratusan tahun, yang melibatkan berbagai etnis dan agama.
Sebelum dimulainya pembakaran Lampu Ela-Ela, perangkat adat lebih dulu membacakan doa sebagai tradisi sambut malam Lailatul Qadar.
Festival yang dilakukan di Kadaton Kesultanan Ternate ini disaksikan ratusan warga Kota Ternate.
Kepada TribunTernate.com, Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman mengaku, Festival Ela-Ela sudah menjadi tradisi melembaga sejak dulu.
"Setiap tahun dilakukan, dan ini Pemerintah Daerah selalu bersama pihak Kesultanan melaksanakan."
"Kami anggap ini tradisi yang bagus dan baik untuk kita lestarikan, terutama di bulan suci Ramadhan, "harap Wali Kota.
Lebih lanjut dengan tradisi ini tentu akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk melaksanakan wisata religi di Kota Ternate.
Baca juga: Jelang Idul Fitri 1445 H, MUI Maluku Utara Keluarkan Imbauan
Selain di Kesultanan, Wali Kota mengaku, di Kota Ternate sendiri ada beberapa Kelurahan yang ikut melaksanakan festival Ela-Ela ini.
Baik di Kelurahan Dufa-dufa, Toboko, Kalumata, Sango, Bastiong Karance, Soa, Tobenga, Sabia, Toloko Oskar dan Kelurahan Bula.
"Alhamdulillah ini sudah menjadi tradisi kerena sudah menjadi bagian babari masyarakat untuk menyalakan obor, "pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.