Sofifi
Dubes Inggris Kunjungi Maluku Utara, Resmikan Prasasti Hingga Memintal Jejak Histori Wallace
Dubes Inggris Kunjungi Maluku Utara, Resmikan Prasasti Hingga Memintal Jejak Histori Wallace
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI– Dalam rangka peringatan ke-25 Tahun Provinsi dan 75 tahun hubungan diplomatik antara Inggris dan Indonesia, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Dominic Jermey CVO, OBE, melakukan kunjungan resmi ke Maluku Utara.
Salah satu agendanya adalah meresmikan Prasasti Albert Russel Wallace di Desa Dodinga, Kabupaten Halmahera Barat, pada Kamis (3/9/2024).
Albert Russel Wallace, seorang naturalis terkenal asal Inggris, memiliki sejarah panjang dalam penelitiannya di Indonesia pada abad ke-19. Wallace dikenal sebagai tokoh yang mengidentifikasi Garis Wallace, sebuah pembatas imajiner yang memisahkan fauna Asia dan Australasia.
Salah satu karyanya yang paling berpengaruh adalah identifikasi fauna endemik Maluku Utara, termasuk Birds of Paradise (Burung Bidadari) dan Golden Birdwing.
Baca juga: Cabup Halmahera Selatan Bahrain Kasuba Rela Stop Berkampanye di Galala Demi Selamatkan Pasien Kritis
Kunjungan Bersejarah
Duta Besar Inggris, beserta rombongan yang didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Maluku Utara, Samsuddin A Kadir, disambut hangat dengan Tradisi Joko Kaha, Sebuah tradisi penyambutan tamu kehormatan di Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Samsuddin Abdul Kadir mengungkapkan kesamaan historis antara Maluku Utara dan Inggris.
"Maluku Utara memiliki empat kesultanan, yakni Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan, sementara Inggris terdiri dari England, Wales, Scotland, dan Northern Ireland," ujarnya.
Duta Besar Dominic Jermey juga memberikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Maluku Utara.
"Kami merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas sambutan luar biasa ini. Kami juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-25 Provinsi Maluku Utara," ucapnya.
Selain meresmikan Prasasti Wallace, Dominic menyatakan kunjungan ini, merupakan perayaan hubungan diplomatik Indonesia-Inggris yang telah berlangsung selama 75 tahun.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Inggris untuk mendukung upaya konservasi biodiversitas di Maluku Utara.
"Saya berharap prasasti ini dapat menginspirasi generasi muda untuk menjaga keanekaragaman hayati dan melestarikan lingkungan," tambahnya.
Baca juga: Bawaslu Morotai Maluku Utara Terima Dua Aduan Pelanggaran Pilkada 2024
Jejak Sejarah A.R. Wallace
William Bill Wallace, cicit dari A.R. Wallace, turut hadir dalam acara ini. Dengan penuh haru, ia mengenang buyutnya yang pernah terserang malaria saat berada di Dodinga.
Wallace juga pernah menulis Letter of Ternate, surat yang menjadi cikal bakal Theory of Natural Selection, yang dikirimkan kepada Charles Darwin.
Kunjungan ke Taman Nasional
Setelah acara peresmian, Duta Besar Inggris beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Balai Taman Nasional Aketajawe-Lolobata. Di sana, mereka mempelajari lebih lanjut mengenai keanekaragaman hayati dan perlindungan masyarakat adat di Maluku Utara.
Baca juga: Pilkada Halmahera Timur Maluku Utara 2024: Pendukung Bakal Menangkan Farrel-Jadi di Desa Subaim
Setelah serangkaian acara, para tamu menikmati makan siang dengan hidangan tradisional yang disuguhkan sambil dihibur dengan Tari Lalayon dari pemuda-pemudi setempat. Tamu undangan tampak terhibur dan menikmati setiap momen estetika dari tarian tersebut.
Kegiatan ini dihadiri Forkopimda Provinsi Maluku Utara, Pjs Bupati Halmahera Barat, serta tokoh masyarakat.(*)
DPRD Maluku Utara Tinjau Pagar SMK N 2 Tidore yang Ambruk: Segera Usulkan Perbaikan |
![]() |
---|
Pj Gubernur Maluku Utara Minta Seluruh OPD Siap Hadapi Transisi Pemerintahan |
![]() |
---|
Kondisi Panti Asuhan PSAA Budi Sentosa di Ternate Memprihatinkan, Zen Kasim : Akan Direnovasi |
![]() |
---|
BPKAD Warning 7 OPD di Pemprov Maluku Utara yang Belum Serahkan Laporan Keuangan |
![]() |
---|
Akademisi Maluku Utara Dorong Seleksi Terbuka dalam Pembentukan Kabinet Sherly Laos - Sarbin Sehe |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.