Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kabinet Prabowo Gibran

4 Menteri Sudah Bikin Gara-gara, Natalius Pigai Sambat Anggaran hingga Mendes Yandri Pakai Kop

Menteri Prabowo, Natalius Pigai, Yusril Ihza Mahendra, Yadri Susanto, Giring Ganesha sudah bikin gara-gara

Editor: Ifa Nabila
Tribunnews.com
Baru sehari setelah dilantik menjadi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto sudah menuai sorotan. Mendes-PDT Yandri Susanto menegaskan dirinya tidak memakai satu rupiah pun uang negara dalam acara haul ke-2 ibunya di Serang. Menteri Prabowo, Natalius Pigai, Yusril Ihza Mahendra, Yadri Susanto, Giring Ganesha sudah bikin gara-gara 

TRIBUNTERNATE.COM - Belum satu minggu menjabat, sudah ada empat menteri Kabinet Prabowo-Gibran yang memancing kontroversi.

Dari Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai hingga Menteri Desa, Yandri Susanto.

Pernyataan para menteri Kabinet Merah Putih tersebut menimbulkan kontroversi di publik, padahal mereka baru 4 hari dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Baca juga: Alasan Mendes Yandri Pakai Kop Surat Kementerian di Acara Keluarga: Demi Allah Tak Pakai Uang Negara

Baca juga: Atasi Nepotisme, Pj Sekprov Maluku Utara Serukan Pentingnya Competitive Spirit

Lalu bagaimana reaksi Presiden Prabowo Subianto?

Berikut ini Tribunnews.com rangkum sederet kontroversi para menteri Prabowo yang membuat kegaduhan di publik.

Natalius Pigai

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menjadi sorotan publik saat meminta kenaikan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk Kementerian HAM.

Hal itu disampaikan Pigai dalam sambutan di hadapan Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra serta para jajaran menteri Kementerian Hukum, Gedung Pengayoman Kemenkum RI, Jakarta Selatan, Senin (21/10/2024).

"Tim transisi, rombak itu anggaran. Rombak itu, dari Rp 20 triliun cuma Rp 64 miliar, enggak bisa." 

"Tidak tercapai dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto," ucap Pigai.

Berdasarkan paparan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenkum Nico Afinta sebelumnya, Kemenham total hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp 64,855 miliar.

Anggaran itu terbagi untuk pusat sebesar Rp 54,037 miliar dan wilayah sebanyak Rp 10,817 miliar.

Angka itu, terlihat kecil bila dibandingkan dengan anggaran yang diterima Kemenkum dan Kemen Impas.

Kemenkum total mendapatkan anggaran Rp 7,294 triliun, terbagi untuk pusat Rp 6,091 triliun dan wilayah Rp 1,203 triliun.

Sementara Kemen Impas mendapatkan anggaran paling besar, total Rp 13,397 triliun dengan terbagi untuk pusat Rp 3,816 triliun dan wilayah Rp 9,580 triliun.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved