Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Kisah Rio Riyanto, 9 Tahun Jadi Tukang Sol Sepatu di Halmahera Selatan

Tak seperti perantau lai yang mengadu nasip bekerja di sektor pertamangan di Halmahera Selatan, Maluku Utara, Rio justru pilih jadi tukang sol sepatu

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Tribunternate.com/Nurhidayat Hi Gani
EKONOMI: Rio Riyanto (41), tukang sol sepatu di Halmahera Selatan, Maluku Utara, Minggu (1/12/2024) 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Rio Riyanto, merupakan satu dari sekian banyak perantau yang mengadu nasib di Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Tidak seperti perantau lainnya yang kebanyakan bekerja di bidang industri pertambangan dengan upah cukup besar, Rio lebih memilih mengembangkan keterampilannya secara mandiri.

Pria 41 tahun itu memilih menjadi tukang soul sepatu. Dibekali dengan alat seadanya, Rio membuka lapak kecil di perempatan Traffic Light (lampu merah) di Desa Labuha, Kecamatan Bacan.

Kepada TribunTernate.com, Rio mengaku sudah 9 tahun menjadi tukang soul sepatu di Halmahera Selatan, setelah ia dan kedua orang tuanya hijrah dari Kota Ambon, Maluku, pada 2015 lalu.

Baca juga: Pemkab Halmahera Selatan Bakal Gelar Job Fair 2024, Hadirkan 4 Perusahaan untuk Pencaker

"Saya asalnya dari Sumatera Barat, cuma besar di Ambon. Saya dan orang tua pindah ke Bacan dari tahun 2015. Sejak itu, saya jadi tukang sol sepatu dan sendal kulit, "ujar Rio, Minggu (1/12/2024).

Berprofesi sebagai tukang sol sepatu, Rio mengatakan tidak merasa malu. Ia justru bangga karena uang yang dihasilkan bersumber dari hasil keringat sendiri.

"Selama 9 tahun ini, saya kadang keliling dari desa ke desa untuk jahit sepatu. Tapi banyak stey di sini (lapak), "ungkapnya.

Menjadi tukang sol sepatu di Halmahera Selatan, menurut dia, pendapatan tidak menentu.

Karena pesanan dengan jumlah banyak yang diterima, tergantung pada momentum tertentu, salah satunya Hari Raya Idul Fitri.

"Kalau hari-hari biasa, palingan 2 sampai 5 pasang sepatu dan sendal. Bahkan tidak sama sekali," cerita Rio.

"Kalau satu pasang sepatu yang dijahiit, itu Rp25 ribu sampai Rp30 ribu, tergantung jenis dan ukuran sepatu atau sendal yang dijahit," sambunnya.

Rio mengaku belum berumah tangga meski usianya tidak muda lagi. Ia masih hidup bersama kedua orang tuanya.

"Saya tinggal di Amasing Kota, dengan orang tua. Sudah sekitar 9 tahun kami di sini," jelasnya.

Rio mengatakan pendapatannya sebagai tukang sol sepatu, bisa membantu kebutuhan orang taunya.

Baca juga: Cerita Iksan U Basarah Jadi Anggota DPRD Halmahera Selatan, Mantan Honorer Dinkes yang Dipecat

Di samping itu, ia juga kerja serbatuan lainnya jika lapak soul sepatu miliknya sepi.

"Kalau sudah sepi sekali, itu saya langsung jalan keliling-keliling. Kalau tidak, biasa cari kerjaan samping seperti buruh bangunan."

"Tapi saya fokus sol sepatu, karena dari SMP saya sudah tahu cara menjahit. Kemudian menjahit ini kan modal seadanya, tapi alhamdulillah sedikit-sedikit bisa ada rezekinya, "tandas Rio. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved