Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Idul Adha 2025

Jelang Idul Adha 2025, Stok Hewan Kurban di Maluku Utara Dipastikan Aman dan Surplus

Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara memastikan stok hewan kurban, khususnya sapi dan kambing, menjelang perayaan Idul adha 1446 Hijriah

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Tribunternate.com/Fizrin Nurdin
Plt. Kepala Dinas Pertanian Malut, Anwar Husen. Ia menjelaskan stok hewan kurban jelang Idul Adha 2025, Jumat (30/5/2025). 

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI– Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara memastikan stok hewan kurban, khususnya sapi dan kambing, menjelang perayaan Idul adha 1446 Hijriah dalam kondisi melimpah dan aman.

Data terbaru mencatat, stok sapi mencapai 7.800 ekor dan kambing sebanyak 3.500 ekor, jauh melebihi kebutuhan tahunan.

“Untuk kebutuhan kurban rata-rata per tahun sekitar 3.200 ekor sapi dan 2.300 ekor kambing, jadi kita masih dalam kondisi surplus,” ujar Plt. Kepala Dinas Pertanian Malut, Anwar Husen, saat dikonfirmasi pada Kamis (29/5/2025).

Baca juga: Tingkatkan Bauran EBT hingga 2034, PLN Siap Jalankan RUPTL Terhijau Sepanjang Sejarah

Surplus tahunan ini, lanjut Anwar, mendorong peningkatan pengiriman sapi keluar daerah. Tahun 2024, Maluku Utara tercatat mengirim sekitar 1.300 ekor sapi ke luar provinsi.

Dengan data itu, Anwar mengungkapkan bahwa Maluku Utara menjadi salah satu penyuplai hewan kurban nasional.

“Setiap tahun pengiriman sapi meningkat. Ini menunjukkan bahwa selain mampu memenuhi kebutuhan dalam daerah, Maluku Utara juga berkontribusi untuk daerah lain,” tambah Anwar.

Dari sisi distribusi wilayah, populasi sapi tertinggi berada di Kabupaten Halmahera Utara, disusul oleh Halmahera Timur. Kedua daerah ini juga menjadi pelaksana aktif program inseminasi buatan atau kawin suntik, sebuah metode yang terus didorong untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sapi lokal.

“Kawin suntik ini penting agar kita bisa menghasilkan turunan sapi dari ras-rasa unggul berbadan besar. Program ini sudah rutin dijalankan dan hasilnya cukup signifikan,” jelas Anwar.

Meski secara keseluruhan ketersediaan hewan kurban mencukupi, Anwar menyoroti satu tantangan penting yakni populasi kambing yang cenderung menurun.

Di mana, penyebab utamanya adalah kebiasaan masyarakat yang lebih memilih kambing betina untuk kurban karena harga jualnya lebih rendah dibandingkan jantan.

Baca juga: Harga Kopra di Halmahera Selatan Mulai Turun, Petani Gane Mengeluh

“Kambing betina seharusnya dipertahankan untuk pembiakan, bukan dikurbankan. Ini jadi tantangan karena memengaruhi regenerasi populasi kambing setiap tahun,” tegas Anwar.

Ia berharap, dengan kondisi stok yang stabil dan program pembibitan yang berjalan aktif, pihaknya optimistis bahwa pelaksanaan kurban tahun ini akan berjalan lancar tanpa kekurangan pasokan.

“Yang terpenting adalah menjaga pola konsumsi dan pembibitan agar populasi tetap berkelanjutan. Tahun ini kita juga menerima bantuan hewan kurban dari pemerintah pusat untuk masyarakat,” tandas Anwar. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved