Pemprov Malut
Bank Maluku Malut Gandeng Bank DKI, Perkuat Modal Lewat Skema KUB
Bank DKI akan menanamkan modal sebesar Rp 93,5 miliar ke Bank Maluku Malut sebagai bagian dari proses konsolidasi
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Langkah strategis diambil Bank Maluku Malut dalam memperkuat posisi dan daya saingnya di industri perbankan nasional.
Rilis
Pada hari ini, Bank Maluku Malut dan Bank DKI resmi menandatangani Perjanjian Penyertaan Modal dan Perjanjian Pemegang Saham dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB).
Melalui kolaborasi ini, Bank DKI akan menanamkan modal sebesar Rp 93,5 miliar ke Bank Maluku Malut sebagai bagian dari proses konsolidasi sesuai dengan amanat POJK No. 12/POJK.03/2020.
Langkah ini merupakan upaya memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun, yang menjadi syarat eksistensi bank pembangunan daerah (BPD) di era persaingan terbuka dan tantangan global.
Baca juga: Jack Grealish Bela Diri di Tengah Rumor Negatif, Fans Man City Bela: Pep yang Salah Mainkan Dia
Per akhir triwulan III tahun 2024, modal inti Bank Maluku Malut tercatat sebesar Rp1,45 triliun. Penambahan modal ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat struktur permodalan, memperluas kapasitas penyaluran kredit produktif, serta mempercepat proses digitalisasi layanan perbankan di wilayah timur Indonesia.
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menyambut positif langkah strategis ini sebagai peluang untuk mempercepat transformasi keuangan di kawasan timur Indonesia.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai jembatan penting bagi Bank Maluku Malut untuk bertransformasi seperti Bank DKI yang telah lebih dulu maju dalam layanan digital dan pembiayaan sektor produktif."
"Ini sangat strategis untuk menopang sektor-sektor unggulan Maluku Utara dari tambang, perikanan, hingga UMKM, "ujar Sherly, Kamis (5/6/2025).
Ia juga menekankan bahwa penguatan sistem keuangan daerah penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang kini menjadi yang tertinggi secara nasional, yakni 34,6 persen (YoY) pada kuartal I tahun 2025.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perluasan transformasi Bank DKI melalui sinergi antar-pemerintah daerah.
“Transformasi digital dan peningkatan kapasitas pembiayaan produktif adalah prioritas Bank DKI saat ini."
"Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memperluas dampak transformasi ke berbagai daerah dan menciptakan jaringan kolaborasi antar-BPD yang lebih solid,” kata Pramono.
Melalui skema KUB ini, diharapkan terjadi akselerasi dalam:
Penguatan struktur permodalan BPD;
| Dubes Tiongkok dan Menteri Transmigrasi Tinjau Industri Kelapa di Malut, Bahas Peluang Investasi |
|
|---|
| Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pembelajaran, Pengurus MKKS dan MGMP Ternate Dilantik |
|
|---|
| Dikbud Malut Perketat Seleksi Kepala Sekolah, Rekrutmen Dibuka Lewat Sistem Kemendikdasmen |
|
|---|
| Literasi dan Numerasi Siswa Masih Rendah, Dikbud Malut Perkuat Kompetensi Guru |
|
|---|
| Anggaran Melebihi PAD, BAKN DPR RI Ungkap Alasan Maluku Utara Masih Berstatus WDP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Bank-daerah-Maluku-Utara-jalin-kemitraan.jpg)