Pemprov Malut
Siswa Malut Diminta Bayar Komite atau Ijazah Ditahan? Lapor ke Sherly Laos
Bukan sekedar janji, Sherly Laos tegaskan bahwa mulai April 2025, Pemprov Malut resmi menggratiskan uang komite SMA, SMK dan SLB melalui BOSDA
Penulis: Iga Almira Rugaya Assagaf | Editor: Iga Almira Rugaya Assagaf
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos tegas minta warga lapor padanya jika Sekolah meminta uang komite atau menahan ijazah.
Bukan sekedar janji, Sherly Laos tegaskan bahwa mulai April 2025, Pemprov Malut resmi menggratiskan uang komite SMA, SMK dan SLB melalui BOSDA.
Selain itu, ijazah yang ditahan dengan alasan belum pelunasan uang komite juga ikut diputihkan.
Baca juga: Kerja Sama Bank Maluku Malut dan Bank DKI, Sherly Laos: Tingkatkan Akses Kredit untuk Ekonomi Rakyat
Melalui unggahan di instagram @s_tjo, Sherly Laos juga minta warga untuk melapor padanya jika masih diminta bayar komite oleh sekolah.
Pelaporan bisa dilakukan melalui komentar maupun DM ke instagram pribadi Sherly Laos, @s_tjo.
Penegasan ini diunggah Sherly Laos pada Selasa (10/6/2025), dengan mengatakan bahwa Pendidikan adalah hak semua anak.
Setelah memberikan hak pendidikan gratis tersebut, kata Sherly Laos, langkah selanjutnya adalah menjaga kualitas pendidikan tersebut.
"Pemprov Maluku Utara hadir melalui BOSDA membayar uang komite kepada masing-masing SMA, SMK, SLB. Mulai tahun ini ijazah itu gratis tara (tidak) boleh bayar lagi adik-adik,"
"Jadi kalau ada yang tagih bilang kata Ibu Gub ijazah sekarang gratis, tunggakan komite sudah diputihkan," ujar Sherly Laos.
Dalam video yang diunggah Sherly Laos, keluhan uang komite serta iuran ijazah ini juga disampaikan oleh dua orang tua murid penerima manfaat.
Mereka keluhkan beratnya uang komite SMA Negeri yang perbulannya mencapai Rp 200 ribu, serta penahanan ijazah dengan syarat pelunasan iuran.
"Komite per bulan itu Rp 200 ribu, saat itu menunggak 3 bulan jadi harus bayar Rp 600 ribu, jadi ampun terasa berat sekali," keluh salah satu orang tua murid penerima manfaat komite gratis.
"Mau ambel (ambil) Aulia pe ijazah cuma Paitua kan sake (sakit) to akhirnya sampe ini sekarang belum bisa ambil," keluhan salah satu orang tua murid penerima manfaat iuran ijazah.
“Dulu ijazah anak saya tertahan. Katanya harus lunasi dulu uang komite…”
Sekarang? Sudah bisa diambil. Gratis.
Tanpa syarat. Tanpa air mata.
???? Karena mulai April 2025, Pemprov Maluku Utara resmi menggratiskan uang komite SMA, SMK, dan SLB melalui BOSDA.
Bukan cuma janji, tapi sudah direalisasikan.
Satu per satu anak-anak kita kini bisa lanjut sekolah, daftar kerja, atau kuliah—tanpa hambatan biaya.
| Dubes Tiongkok dan Menteri Transmigrasi Tinjau Industri Kelapa di Malut, Bahas Peluang Investasi |
|
|---|
| Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pembelajaran, Pengurus MKKS dan MGMP Ternate Dilantik |
|
|---|
| Dikbud Malut Perketat Seleksi Kepala Sekolah, Rekrutmen Dibuka Lewat Sistem Kemendikdasmen |
|
|---|
| Literasi dan Numerasi Siswa Masih Rendah, Dikbud Malut Perkuat Kompetensi Guru |
|
|---|
| Anggaran Melebihi PAD, BAKN DPR RI Ungkap Alasan Maluku Utara Masih Berstatus WDP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/lapor-ibu-gub-aja.jpg)