Pemprov Malut
Sherly Laos Ajak UPT PUPR Sinkronkan Agenda Besar Pembangunan Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengundang seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI — Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengundang seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di wilayah Maluku Utara.
Pertemuan strategis yang digelar di Bela Hotel Ternate pada Kamis (19/6/2026) ini, menjadi tonggak awal koordinasi lintas sektor dalam merancang pembangunan infrastruktur terintegrasi.
Hadir dalam pertemuan ini jajaran pimpinan dari Balai Wilayah Sungai (BWS), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), serta Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi.
Baca juga: Bappeda Maluku Utara Matangkan Ranwal RPJMD 2025–2029
Dari unsur pemerintah daerah, turut hadir Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Malut, Risman Iriyanto Djafar.
Sherly Laos menegaskan bahwa sinergi antara RPJMN dan RPJMD Maluku Utara adalah kunci untuk memacu pemerataan pembangunan yang berdampak langsung, pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Kita ingin Maluku Utara bukan sekadar berkembang, tapi melompat jauh. Infrastruktur adalah fondasinya," tegas Sherly.
Sherly mengangkat sejumlah proyek prioritas, di antaranya pembangunan jalan penghubung Sofifi–Halmahera Timur–Halmahera Tengah yang ditargetkan dapat ditempuh hanya dalam satu jam.
Ini merupakan bagian dari program pengembangan kawasan segitiga emas, yang diyakini akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi kawasan.
Sherly juga menekankan pentingnya ketahanan pangan dan energi. Pemerintah Provinsi telah mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota ke Kementerian PUPR dengan total anggaran lebih dari Rp8 triliun.
Sementara itu, untuk sektor sumber daya air (SDA), usulan proyek senilai Rp1 triliun telah diajukan, mencakup irigasi, normalisasi sungai, pengendalian banjir, hingga pembangunan talud.
Dalam bidang Cipta Karya, perhatian diarahkan pada penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin, sistem pengelolaan sampah, akses air bersih, dan sanitasi khususnya di daerah-daerah yang rentan terhadap kasus stunting.
“Kalau infrastrukturnya tersedia dengan baik, kualitas hidup masyarakat akan meningkat,” ujar Sherly.
Kepala BWS Maluku Utara Kalpin Nur, menyambut baik pertemuan ini. Menurutnya, inilah pertama kalinya seluruh balai teknis bisa duduk bersama Gubernur untuk menyelaraskan arah pembangunan.
"Dukungan kami kini lebih terarah karena tahu apa yang menjadi visi Pemprov," ungkap Kalpin.
Kepala BPJN Maluku Utara Togap Harianto Manik, membeberkan bahwa tingkat kemantapan jalan nasional di Maluku Utara saat ini telah melampaui 90 persen.
| Dorong UMKM Naik Kelas, BI dan Pemprov Maluku Utara Gaspol Digitalisasi: Tembus Pasar Nasional |
|
|---|
| Ungkap Fakta Tutupan Hutan di Malut, Basyuni Thahir: Pinjam Pakai Tak Selalu Merusak Permanen |
|
|---|
| Sinergi Pusat-Daerah: Menpora dan Gubernur Maluku Utara Fokus Bangun Prestasi Olahraga |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Percepat Penanganan Dampak Bencana di Sektor Pendidikan |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Dorong Kehadiran PTUN di Sofifi, Dekatkan Akses Keadilan bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/rakor-pupr-malut.jpg)