Cuaca Ekstrem di Halsel
Akibat Tanah Longsor, Jembatan Kabel Pancang di Halmahera Selatan Nyaris Ambruk
Jembatan kabel pancang di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, nyaris ambruk akibat tanah longsor
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Jembatan kabel pancang di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, nyaris ambruk akibat tanah longsor.
Jembatan yang dibangun tahun 2016 menggunakan APBD sebanyak Rp15,6 miliar lebih itu, merupakan salah satu icon pembangunan di daerah tersebut.
Jembatan yang berada di kawasan pantai Desa Tembal, Kecamatan Bacan Selatan ini, sering dijadikan warga maupun wisatawan lokal sebagai lokasi berswafoto.
Baca juga: Morotai Scholarship Community Gelar Sosialisasi Pendampingan Beasiswa LPDP
Karena selain infastrukturnya yang bagus, sunset dan air laut di jembatan itu juga menarik perhatian karena keindahannya.
Jembatan kabel pancang tersebut, juga merupakan jalur penghubung antar desa di Kecamatan Bacan dan Bacan Selatan.
Berdasarkan pantauan Tribunternate.com, Selasa (24/6/2025), tanah longsor tepat pada sisi kiri tiang utama jembatan.
Kedalaman longsor sekitar 10 meter dengan lebar 1 meter lebih, dan panjang kurang lebih 4 meter.
Tanah longsor di sisi kiri tiang utama jembatan kabel pancang ini, disebakan kuatnya arus banjir ketika hujan deras.
Plt Kepala Dinas PUPR Halmahera Selatan, M. Idham Pora, mengatakan longsor di sisi kiri tiang utama jembatan kabel pancang terjadi saat hujan deras pada Minggu (22/6/2025).
"Longsor diakibatkan fondasi jembatan yang bergelantungan tidak ada beronjong. Sehingga, timbunan tanah yang berada di dalam fondasi, keluar," katanya, Selasa (24/6/2025).
Menurut Idham, ada dua skema yang digunakan untuk menangani jembatan yang nyaris ambruk itu.
Baca juga: 2 Tahun Vakum Razia Hotel dan Tempat Hiburan, Kasatpol PP Morotai: Belum Ada Perda
Pertama dilakukan rekomendasi khusus, dan yang kedua diusulkan dalam perubahan APBD Halmahera Selatan 2025.
Dia menambahkan, fondasi dan bronjong di bawah jembatan kabel pancang harus dibangun agar mencegah terjadinya longsor di kemudian hari.
"Jadi selain fondasi yang nanti kita perbaiki, beronjong juga harus dibuat," pungkas Idham. (*)
Tanggap Darurat Banjir Bandang di Halmahera Selatan Sampai 7 Juli 2025 |
![]() |
---|
Antisipasi Banjir Susulan, PDAM Halmahera Selatan Tambah Penyaringan Air Bersih |
![]() |
---|
Korban Banjir di Halmahera Selatan Diserang 21 Jenis Penyakit |
![]() |
---|
Data Terbaru Banjir Bandang di Halmahera Selatan, 14.071 Jiwa Terdampak dan 4 Rumah Rusak Berat |
![]() |
---|
Bupati Halmahera Selatan: Perbaikan Rumah Rusak Akibat Banjir Akan Dibahas |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.