Profil Tokoh
Profil Taufik Karim, Putra Ternate yang Menjadi Inspirasi di Dunia Birokrasi dan Akademik
Berangkat dari kampung sederhana di Kelurahan Tafure, Kota Ternate, perjalanan hidup Taufik merupakan kisah nyata tentang kerja keras dan komitmen
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Nama Taufik Z. Karim atau akrab disapa Opik ini tengah mencuri perhatian sebagai sosok birokrat muda dan akademisi, yang menginspirasi banyak kalangan di Maluku Utara.
Berangkat dari kampung sederhana di Kelurahan Tafure, Kota Ternate, perjalanan hidup Taufik merupakan kisah nyata tentang kerja keras, komitmen terhadap pendidikan dan dedikasi membangun daerah.
Taufik adalah putra ketiga dari empat bersaudara, anak dari pasangan Zainuddin Karim (Ternate) dan Hj. Djaina Lejang (Gamkonora).
Sejak kecil, kedua orang tuanya menanamkan nilai pentingnya pendidikan.
Baca juga: 2 Tersangka Kasus Eksploitasi Anak di Halmahera Utara Diserahkan ke Jaksa
"Mama dan papa bilang, torang tara bisa kase ngoni harta (kami tidak bisa kasih kamu harta)."

"Tapi torang bisa kase sekolah (tapi kami bisa kasih sekolah), "kenang Taufik.
Ia menempuh pendidikan dari SDN Tafure 1, SMPN 2, hingga SMAN 5 Kota Ternate.
Sejak masa sekolah, Taufik aktif dalam berbagai organisasi dan menjadi atlet bulutangkis. Latar belakang organisasi ini terus diasahnya saat kuliah di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dan melanjutkan S2 di Universitas Brawijaya. Ia juga terlibat aktif di HMI hingga menjabat Wakil Bendahara Umum PB HMI.
Setelah menyelesaikan pendidikan S2, Taufik pulang kampung dan lulus seleksi CPNS tahun 2014.
Ia mengawali karier di BPSDM Provinsi Maluku Utara dan menjadi widyaiswara, sebelum dipercaya menjabat eselon IV di Badan Pengelola Perbatasan Daerah.
Pada 2022, ia menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih beasiswa LPDP untuk studi doktoral di IPB University.
Disertasinya mengangkat isu strategis: integrasi pariwisata, mitigasi bencana, dan pengelolaan wilayah perbatasan negara di Pulau Morotai.
Hanya dalam waktu 2 tahun 4 bulan, ia berhasil menyelesaikan doktoral dengan predikat cumlaude dan menerbitkan 4 publikasi ilmiah terindeks Scopus.
Baca juga: OPD Pengelola PAD di Ternate Dievaluasi karena Tak Capai Target
Usai menyelesaikan studi, Taufik kembali mengabdi sebagai ASN di Maluku Utara. Ia membawa pulang semangat baru dan kapasitas akademik untuk membantu perencanaan pembangunan wilayah yang inklusif dan berbasis potensi lokal.
Tak hanya itu, Taufik juga bercita-cita menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Maluku Utara, menjembatani dunia kebijakan dan akademik demi masa depan generasi muda.
"Saya percaya bahwa kombinasi pendidikan dan pengalaman organisasi adalah fondasi penting untuk melahirkan SDM unggul dan membangun bangsa yang sejahtera, "ujar Taufik penuh semangat. (*)
Profil Ian Matheis, Advokat di Ternate yang Aktif Berikan Pelayanan dan Bantuan Hukum |
![]() |
---|
Mengenal Lebih Dekat Muhammad Assyura Umar, Kabid Pemerintahan Desa DPMD Maluku Utara |
![]() |
---|
Abdullah Adam, Advokat Ternate yang Terinspirasi dari Layar Kaca dan Suara Rakyat |
![]() |
---|
Sosok di Balik YLBH Maluku Utara, Bahtiar Husni dan Perjuangannya untuk Keadilan |
![]() |
---|
Profil Ailan Goraahe, ASN Lulusan IPDN–UGM yang Kini Jabat Kabag Humas Pemprov Malut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.