DOB Sofifi
Markas : DOB Sofifi Bukan Kepentingan Elit, Tapi Amanat Undang-Undang
Jubir Majelis Rakyat Kota Sofifi (Markas), Ibrahim Asnawi, menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan pihaknya bukan dilatarbelakangi kepentingan
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Sitti Muthmainnah
"Kita membiarkan Sofifi selama kurang lebih 26 tahun tanpa pembangunan yang layak sebagai pusat pemerintahan," tutur Amir.
Menurutnya, tanpa kejelasan status administratif, pembangunan di Sofifi sulit dilakukan secara optimal.
Baca juga: Daftar Skuad Malut United di Super League 2025-2026: Gemuk di Sektor Gelandang
"Siapa pun gubernurnya, siapa pun pemimpinnya, tetap akan kesulitan membangun jika status ibu kota belum jelas. Anggaran tidak bisa dikucurkan maksimal karena statusnya masih kabur," tambahnya.
Amir pun mengajak seluruh pihak mendorong pemerintah pusat agar segera mengeksekusi status Sofifi, melalui mekanisme pembentukan DOB.
"Marilah kita duduk bersama, lihat ini sebagai hal yang mendesak. Semua pihak di Maluku Utara harus bersatu mendorong percepatan penetapan DOB Sofifi," tandas Amir. (*)
| Aliansi Ini Desak Sofifi Jadi Ibu Kota Maluku Utara yang Berdaulat |
|
|---|
| 7 Ultimatum Presidium Rakyat Tidore Tolak DOB Sofifi, Gibran Bawa Pulang Dokumen Peningkatan Status |
|
|---|
| Kades Balbar dan MARKAS Dukung DOB Sofifi: Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas |
|
|---|
| Konser Amal dan Bakar Lilin di Sofifi, Masyarakat Tagih Kepastian Status DOB |
|
|---|
| Presidium Rakyat Tidore Bersua Ketua Komisi II DPR RI, Ini yang Dibicarakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/markas-sofifi-podcast.jpg)