Pemprov Malut
Sherly Laos dan Kesultanan Ternate Bahas 4 Poin Penting, di Antaranya Perda Masyarakat Adat
Fanyira Tolongara Kesultanan Ternate, Rinto M. Adam, mengapresiasi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, atas inisiatif menghadirkan Ranperda
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI– Fanyira Tolongara Kesultanan Ternate, Rinto M. Adam, mengapresiasi Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, atas inisiatif menghadirkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Masyarakat dan Tanah Adat.
Apresiasi itu disampaikan dalam jamuan silaturahmi antara Sherly Laos dan Sultan Ternate beserta perangkat adat di Hotel Sahid Bela, Ternate, Senin (28/7/2025).
Rinto menyebutkan, pertemuan tersebut membahas keberlanjutan pembangunan daerah sekaligus penguatan nilai-nilai adat.
Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Hadiri Welcome Dinner Forum Komisaris BPD se Indonesia
“Dalam waktu dekat, kami akan mengundang seluruh elemen adat terutama dari tiga kesultanan besar, Bacan, Tidore, dan Jailolo untuk duduk bersama membahas draf Ranperda.
"Kami juga akan melibatkan akademisi untuk memperkuat naskah akademik serta muatan hukum dan budayanya,” tutur Rinto M. Adam.
Rinto juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian Sherly Laos terhadap eksistensi dan peran strategis kesultanan, dalam pembangunan Maluku Utara.
Berikut 4 poin yang dibahas dalam pertemuan :
1. Tindaklanjut aspirasi masyarakat Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara
Sultan Ternate yang juga merupakan anggota DPD RI dapil Maluku Utara, menyampaikan aspirasi masyarakat Kelurahan Sangaji kepada Sherly Laos, terkait pembangunan jalan provinsi.
Sherly Laos pun merespons positif dan menginstruksikan Dinas PUPR untuk menindaklanjuti.
2. Pembangunan breakwater di pesisir Kelurahan Sangaji
Permintaan masyarakat mengenai perlindungan pesisir dengan pembangunan breakwater juga mendapat perhatian.
Pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk pelaksanaan program tersebut di tahun mendatang.
3. Kesiapan Festival Legu Tara No Ate
Kesultanan dan Pemprov membahas dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Legu Tara No Ate sebagai agenda budaya tahunan.
4. Ranperda perlindungan masyarakat dan tanah adat
Poin terpenting dalam silaturahmi ini adalah dukungan Gubernur terhadap penyusunan Ranperda tentang perlindungan masyarakat dan tanah adat.
Dalam hal ini, Sherly Laos meminta Kesultanan Ternate untuk turut mengkaji substansi Ranperda tersebut. (*)
Inspektorat dan BPBJ Maluku Utara Bahas Rencana Aksi SPI KPK 2025 |
![]() |
---|
Kemenko Polkam Rakor dengan Pemprov Maluku Utara, Bahas Program Prioritas Presiden Prabowo |
![]() |
---|
Sekprov Maluku Utara Pimpin Rapat Percepatan Realisasi Anggaran, Serapan Baru Capai 43 Persen |
![]() |
---|
Pemprov Maluku Utara Usung SIMATA, Promosi ASN Kini Berbasis Digital dan Kinerja |
![]() |
---|
Pemprov Maluku Utara Anggarkan Pembangunan Jembatan Songa–Wayatim di APBD 2026 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.