Minggu, 26 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Selatan

Dinsos Halmahera Selatan Perkuat Lumbung Sosial di Wilayah Rawan Bencana

"Lumbung sosial akan difokuskan di wilayah Pulau Obi dan wilayah Kecamatan Gane Timur, "ungkap Kadinsos Halmahera Fadjri S Kambey

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
BENCANA: Banjir di Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan belum lama ini. Di OPD terkait dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) bakal memperkuat lumbung sosial di wilayah rawan bencana pada 2026 
Ringkasan Berita:1. Dinsos Halmahera Selatan bakal memperkuat lumbung sosial di wilayah rawan bencana pada 2026
2. Lumbung sosial akan difokuskan di wilayah Pulau Obi dan wilayah Kecamatan Gane Timur
3. Fadjri S Kambey: Kami siapkan sembako dan kebutuhan lain

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Dinas Sosial (Dinsos) Halmahera Selatan, Maluku Utara bakal memperkuat lumbung sosial di wilayah rawan bencana pada 2026.

Langkah ini diambil untuk antisipasi ketersediaan logistik bagi warga saat terjadi bencana alam.

Kepala Dinsos Halmahera Selatan Fadjri S Kambey mengatakan, penguatan lumbung sosial menjadi agenda penting pemerintah daerah guna mempercepat layanan bantuan di lapangan.

"Kami siapkan sembako dan kebutuhan lain. Targetnya tahun depan lumbung sosial ini diperkuat agar kebutuhan pengungsi bisa terpenuhi lebih cepat, "janji Fadjri dalam keterangannya, Kamis (20/11/2025).

Baca juga: Alokasi Belanja Operasi APBD Induk 2026 Halmahera Selatan Lebih Besar dari Belanja Modal

Menurutnya, lumbung sosial akan difokuskan di wilayah Pulau Obi dan wilayah Kecamatan Gane Timur.

Pasalnya 2 wilayah tersebut sering menjadi lokasi pengungsian setiap kali bencana melanda. 

Dengan menempatkan logistik di daerah yang dekat dengan titik bencana, proses distribusi dapat dilakukan tanpa hambatan waktu.

BENCANA: Banjir di Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Minggu (22/6/2025) lalu.
 Banjir di Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan belum lama ini

"Dengan adanya lumbung sosial di dua zona itu, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat bisa dilakukan lebih cepat tanpa menunggu kiriman dari Labuha, "ungkap Fadjri.

Lanjutnya, pengelolaan lumbung sosial nantinya akan diserahkan kepada relawan yang tergabung dalam kampung siaga bencana (KSB). 

Pelibatan relawan KSB cukup efektif untuk mempercepat koordinasi dan memastikan kesiapsiagaan di tingkat desa.

Baca juga: Wabup Taliabu La Ode Yasir Hadiri Rakornas Kepegawaian di Jakarta, Bahas Reformasi Birokrasi

"Pengelolaannya kami serahkan kepada relawan KSB agar koordinasi lebih cepat dan respons lebih tepat saat bencana terjadi, "katanya.

Karenanya ia berharap hadirnya lumbung sosial di tahun depan dapat memperkuat kesiapan logistik.

"Wilayah rawan bencana harus semakin kuat dan mampu mengurangi risiko keterlambatan bantuan kepada warga terdampak, "tandasd Fadjri. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved