Senin, 4 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gempa Bumi

Ini Lokasi Tsunami di Maluku Utara dan Ketinggiannya Hasil Amatan BMKG Akibat Gempa Rusia

Hasil analisis BMKG: gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia dengan status Waspada

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Munawir Taoeda
canva.com
GEMPA - Foto ilustrasi gempa. Diunduh dari canva.com, Rabu (30/7/2025). Berikut update gempabumi M8.7 di pesisir timur Kamchatka, Rusia dan berpotensi tsunami di Indonesia 

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Rabu (30/7/2025) pukul 06:24:50 WIB di dekat pesisir timur Kamchatka, Rusia, diguncang gempabumi tektonik.

Hasil analisis parameter update menunjukkan, gempabumi ini memiliki magnitudo M8,7 Episenter. Gempabumi terletak pada koordinat 52,51° LU; 160,26° BT pada kedalaman 18 km. 

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench).

Gempabumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault).

Baca juga: Potensi Tsunami usai Gempa Pesisir Timur Rusia, Berikut Imbauan BPBD Halmahera Utara untuk Warga

Dampak Gempabumi:

Berdasarkan laporan PTWC gempabumi ini berpotensi tsunami di wilayah Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii dan Guam. 

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian Tsunami kurang dari 0.5m) di wilayah: 

1. Talaud (ETA 14:52:24 WITA)

2. Kota Gorontalo (ETA 16:39:54 WITA)

3. Halmahera Utara (ETA  16:04:24 WIT)

4. Manokwari (ETA 16:08:54 WIT)

5. Rajaampat (ETA 16:18:54 WIT)

6. Biaknumfor (ETA 16:21:54 WIT)

7. Supiori (ETA 16:21:54 WIT)

8. Sorong bagian Utara (ETA 16:24:54 WIT)

9. Jayapura (ETA 16:30:24 WIT)

10. Sarmi (ETA 16:30:24 WIT)

Hasil Observasi Pengamatan Tinggi Muka Laut (Tsunami):

Tsunami Gauge

1. Petropavlovsk, Rusia (07:00 WIB) 0.1 meter,

2. Nikol Skoe, Rusia (07:17 WIB) 0.3 meter,

3. Hanasaki, Jepang (08:16 WIB) 0.3 meter,

4. Kushiro, Jepang (08:30 WIB) 0.1 meter,

5. Ofunato, Jepang (08:47 WIB) 0.4 meter,

6. Chichijima, Jepang (10:00 WIB) 0.1 meter,

7. Saipan, USA (11:30 WIB) 0.1 meter,

8. Guam, USA (11:40 WIB) 0.1 meter, 

9. Hanalai, Hawai (12:20 WIB) 1.0 meter,

10. Haleiwa, Hawai (12:35 WIB) 1.5 meter,

11. Legaspi, Filipina (13:23 WIB) 0.07 meter,

12. Lombrom, Papua Nugini (14:02 WIB) 0.3 meter,

13. Jayapura DOK II, Indonesia (14:14 WIB) 0.2 meter,

14. Pel. Tapaleo, Halamhera Tengah (14:15WIB) 0.06 meter

15. Sarmi, Indonesia (14:20 WIB) 0.2 meter,

16. Sorong, Papua Barat, Indonesia (14:35 WIB) 0.2 meter,

17. Depapre Jayapura Papua, Indonesia (14:45 WIB) 0.2 meter,

18. Sausapor, Papua Barat (15:04WIB) 0.2 meter

19. Pel. Beo Talaud, Sulawesi Utara, Indonesia (15:14 WIB) 0.05 meter,

20. Pel. Daeo Majiko, Morotai, Maluku Utara (15:17 WIB) 0.08 meter.

21. Tsunami gauge di wilayah Gorontalo tidak terdeteksi anomali muka laut.

Buoy

1. Kamchatka, Rusia (06:51 WIB) 0.8 meter,

2. Kuril Island, Rusia (07:05 WIB) 0.7 meter,

3. South of Attu (07:30 WIB) 0.2 meter,

4. NE Tokyo (08:00) 0.1 meter,

5. South of Amchitka (08:05 WIB) 0.2 meter.

Oleh karena itu, kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

Baca juga: Gempa Bumi di Pesisir Timur Rusia Berpotensi Tsunami di Halmahera Utara

Gempabumi Susulan:

Hingga pukul 16.30 WIB, berdasarkan hasil monitoring menunjukkan adanya 43 aktivitas gempabumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6.9 dan magnitudo terkecil M4.7.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Data publikasi diterima dari Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono, S.Si., M.Si, Jakarta, Rabu (30/7/2025). (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved