HARITA NICKEL
Di Balik Transisi Energi, Industri Nikel Maluku Utara Hadapi Tantangan ESG
Peran nikel dalam rantai pasok baterai dan transisi energi global turut dorong tuntutan lebih tinggi terhadap transparansi dan keberlanjutan industri
Dalam konteks itu, standar seperti Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA) dan Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) menjadi penting karena mendorong perusahaan memperkuat tata kelola, monitoring, transparansi, dan pengelolaan ESG secara keseluruhan.
Seperti diketahui, salah satu perusahaan pertambangan nikel di Maluku Utara, Harita Nickel, menjadi perusahaan pertama di Asia yang secara sukarela mengikuti audit IRMA dan RMAP+.
"Harita Nickel merupakan salah satu perusahaan yang cukup serius menerapkan prinsip good mining practice."
"Namun kondisi alam yang dinamis membuat perbaikan dan adaptasi tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan, "katanya.
Pada kesempatan lain, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar, menilai upaya keberlanjutan juga mulai terlihat melalui keterbukaan perusahaan kepada masyarakat.
Menurutnya, Harita Nickel membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung kawasan operasional melalui program Jelajah Warisan Budaya, termasuk lokasi budaya bersejarah dan Danau Karo di sekitar area industri.
Menurut Reinhard, keterbukaan seperti ini penting agar masyarakat dapat melihat langsung kondisi lingkungan di kawasan operasional perusahaan.
"Kita saksikan langsung bahwa alam di Desa Kawasi, khususnya di sekitar Danau Karo, masih terjaga."
"Kondisi danaunya jernih dan kawasan di sekitarnya juga masih hijau, berbeda dengan sebagian informasi yang selama ini beredar di luar."
"Selain itu, danau ini juga memberi manfaat bagi daerah melalui pajak air permukaan yang dibayarkan perusahaan, "ujarnya.
Baca juga: Kota Weda Dikepung Banjir, Bupati Halmahera Tengah Buka Rumah Dinas untuk Pengungsi dan Tinjau RSUD
Bagi Sonny, pemantauan lingkungan secara berkala penting sebagai bagian dari early warning system agar perusahaan dapat lebih cepat mendeteksi potensi risiko dan melakukan perbaikan sebelum dampaknya meluas.
"Industri ekstraktif memang memiliki risiko lingkungan yang kompleks, terutama di wilayah tropis seperti Maluku Utara."
"Karena itu yang penting adalah memastikan monitoring, evaluasi, dan perbaikan berjalan konsisten agar kepercayaan terhadap industri nikel tetap terjaga, "tutup Sonny. (*)
| Gandeng Wartawan Halmahera Selatan, Harita Nickel Kurban 2 Ekor Sapi |
|
|---|
| Harita Nickel dan Masyarakat Kawasi Perkuat Kolaborasi Jaga Warisan Budaya Pulau Obi |
|
|---|
| Pulau Obi dan Hilirisasi Nikel: Membaca Fakta di Balik Narasi Krisis |
|
|---|
| Harita Nickel Peduli, Bantu Bangun Gereja di Obi Selatan |
|
|---|
| Jejak Kebiasaan Kecil Menjaga Lingkungan dari Ternate hingga Kawasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Sediment-Pond-Tuguraci-2-untuk-pengelolaan-air-limpasan-tambang-Harita-Nickel.jpg)