Minggu, 7 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

BPOM di Sofifi

Keamanan Pangan Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama

Apa yang kita dan keluarga konsumsi setiap hari sejatinya berpengaruh besar terhadap kesehatan, kualitas hidup, dan masa depan generasi bangsa

Tayang:
Istimewa
KEAMANAN PANGAN - Kepala Balai BPOM di Sofifi Ermanto Siahaan. Menulis "Keamanan Pangan Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama". 

Oleh: Ermanto Siahaan
Kepala Balai POM di Sofifi Provinsi Maluku Utara

TRIBUNTERNATE.COM - “Bukan pangan kalau tidak aman.” Kalimat ini mungkin sederhana namun memiliki makna mendalam merupakan penegasan bahwa aspek keamanan pangan harus menjadi perhatian semua pihak. Pangan bukan sekadar sesuatu yang dapat dimakan atau mengenyangkan, tetapi titik beratnya adalah terjamin keamananya agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Setiap tanggal 7 Juni, dunia memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day). Bagi saya, peringatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting untuk mengingatkan kita semua bahwa pangan aman merupakan hak dasar setiap masyarakat tanpa mengenal status sosial.

Apa yang kita dan keluarga konsumsi setiap hari sejatinya berpengaruh besar terhadap kesehatan, kualitas hidup, dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, keamanan pangan tidak boleh diabaikan.

ermanto siahaan_3243
Kepala Balai BPOM di Sofifi Ermanto Siahaan.

Tahun 2026 ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengangkat tema “From burden to solutions – safe food everywhere” atau “Dari Beban Menjadi Solusi – Pangan Aman di Mana Saja.” Tema ini mengajak seluruh negara, termasuk Indonesia, untuk memperkuat pengawasan, edukasi, dan kolaborasi dalam mencegah risiko pangan yang tidak aman di semua lini.

Maluku utara bukan sekedar sebuah wilayah di peta Indonesia timur. Ia adalah gugusan pulau sejak ratusan tahun lalu telah menjadi titik temu berbagai peradaban dunia. Provinsi ini resmi berdiri pada 4 Oktober 1999 terdiri dari 10 kabupaten/kota seiring waktu dan perubahan administratif Sofifi resmi ditetapkan sebagai ibukota provinsi tanggal 4 Agustus 2010.

Sejarahnya jauh melampaui tanggal tersebut menyusuri jejak panjang kejayaan perdagangan rempah-rempah yang pernah mengubah sejarah dunia. Dimasa lalu Maluku menjadi magnet bagi bangsa-bangsa besar. Kapal-kapal Eropa berlayar ribuan kilometer menembus samudera hanya untuk mencapai pulau-pulau kecil yang menyimpan kekayaan luar biasa cengkeh dan pala.

Komoditas ini bukan hanya bernilai tinggi tetapi juga menjadi simbol kejayaan, kekuasaan dan perebutan pengaruh antar bangsa. Menariknya Maluku Utara juga memiliki kekuatan lokal yang telah berdiri kokoh jauh sebelum bangsa asing datang. Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo merupakan pilar utama yang membentuk peradaban, dan keempat kesultanan tersebut dikenal sebagai Moloku Kie Raha, sebuah konsep yang bukan hanya menggambarkan kekuasaan politik tetapi juga mencerminkan kesatuan nilai, adat dan filosofi hidup masyarakat. 

Sebagai Kepala Balai POM di Sofifi, saya melihat bahwa tantangan wilayah, kompleksitas geografis dan dinamika menjadikan keamanan pangan khususnya di wilayah Maluku Utara saat ini semakin kompleks. Di tengah dinamika geografis yang unik dan menantang, pulau Halmahera merupakan pulau terbesar di Maluku Utara yang menjadi tulang punggung dan dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau kecil yang tersebar luas seperti untaian zamrud di lautan.

Keberagaman masyarakat menjadi kekuatan yang memberdayakan dan menyatukan sebab laut bukanlah pemisah justru menjadi penghubung kehidupan masayarakat Maluku Utara meskipun akses antar pulau sangat bergantung pada transportasi laut serta kondisi krusial cuaca. Senada dengan tema Hari Keamanan Pangan Sedunia (World Food Safety Day) tanggal 7 Juni 2026 “From burden to solutions – safe food everywhere” atau “Dari Beban Menjadi Solusi – Pangan Aman di Mana Saja.”

Meningkatnya aktivitas produksi dan panjangnya rantai distribusi pangan di wilayah kepulauan Indonesia terutama Indonesia timur seperti Maluku Utara. Penerapan praktik higiene dan sanitasi belum konsisten sesuai standar, menyebabkan pangan tercemar secara biologis, kimia, maupun fisik sehingga menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari keracunan hingga penyakit serius lainnya, bahkan jika tidak segera ditangani nyawa masyarakat menjadi taruhanya.

Oleh karena itu, pengawasan pangan harus dilakukan secara komprehensif, kolaboratif dan berkelanjutan mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi, hingga penyajian pangan sampai ke tangan Masyarakat (from farm to table). Keamanan pangan adalah tanggungjawab bersama bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.

Badan POM RI (Indonesian Food and Drug Authority) terus memperkuat sistem pengawasan guna meningkatkan efektifitas pengawasan obat dan makanan, selain pengawasan Badan POM juga menginisiasi berbagai program strategis mendukung kemanan pangan seperti Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD), Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPBAK) dan bersama Kementerian/Lembaga lain meluncurkan Kabupaten/Kota aman di seluruh indonesia. Sinergi antar lembaga dan pelaku usaha pangan meningkatkan kepatuhan serta pemahaman masyarakat mewujudkan keamanan pangan.

Rantai distribusi kerap menentukan keamanan pangan, dibutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur dasar serta memperbaiki konektivitas antar wilayah sebagai wujud nyata komitmen hadirnya negara menyediakan hak dasar masyarakat di seluruh negeri. Sekali lagi, Ini adalah ikhtiar dan tanggung jawab kita bersama. Pangan aman dimana saja.

Pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan pangan yang aman dan bermutu. Masyarakat memiliki peran penting untuk proaktif meningkatkan awareness menjadi konsumen yang cerdas, teliti, dan peduli terhadap keamanan pangan yang akan dikonsumsi diri sendiri maupun keluarga.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved